Trump Ancam Pemecatan Massal Jika Kongres Gagal Cegah Shutdown

0
Trump
Dalam wawancara eksklusif, Presiden AS Donald Trump menyatakan siap melakukan pemecatan permanen terhadap pegawai federal jika Kongres gagal menyepakati anggaran sebelum tenggat waktu Selasa malam.Foto : nytimes.com

NARASITODAY.COM – Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, mengeluarkan pernyataan tegas terkait ancaman shutdown pemerintahan yang semakin mendekat. Dalam wawancara eksklusif dengan NBC News pada Minggu (28/09/2025), Trump menyatakan bahwa jika Kongres tidak segera mencapai kesepakatan anggaran, pemerintahannya siap melakukan pemecatan besar-besaran terhadap pegawai federal.

“Kami akan memangkas banyak orang… yang dapat kami pangkas secara permanen,” ujar Trump dalam wawancara tersebut, sebagaimana dikutip CNBC International. Meski ia menambahkan, “saya lebih suka tidak melakukan itu,” pernyataan tersebut telah meningkatkan tekanan politik secara signifikan di Washington.

Baca Juga :  Hujan Ekstrem Picu Banjir Besar di Tunisia, Empat Orang Tewas

Administrasi Trump segera memperkuat peringatan tersebut dengan menyatakan bahwa ribuan pekerjaan di sektor pemerintahan berada dalam risiko jika kesepakatan tidak tercapai sebelum tenggat waktu pada Selasa tengah malam. Bahkan, pekan sebelumnya, pemerintah telah menginstruksikan seluruh lembaga federal untuk mulai bersiap menghadapi kemungkinan pemecatan massal.

Baca Juga :  Mantan Presiden Filipina Rodrigo Duterte Akan Diadili di ICC atas Tuduhan Kejahatan terhadap Kemanusiaan

Instruksi tersebut disampaikan secara resmi melalui memo dari Kantor Manajemen dan Anggaran (Office of Management and Budget), menandai eskalasi tajam dalam tekanan terhadap anggota parlemen.

Yang membedakan ancaman kali ini adalah sifatnya yang permanen. Dalam sejarah shutdown sebelumnya, pegawai federal biasanya hanya dirumahkan sementara atau menjalani cuti tanpa bayaran (furlough), dan kembali bekerja setelah anggaran disetujui. Namun, pemecatan berarti kehilangan pekerjaan secara tetap.

Baca Juga :  Liverpool Masih di Puncak, Arsenal dan Man City Terus Menggempur di Liga Inggris

Sebagai perbandingan, pada shutdown besar tahun 2013, sekitar 850.000 pegawai federal dirumahkan sementara, menurut data dari Committee for a Responsible Federal Budget. Mereka tidak dipecat dan dapat kembali bekerja setelah krisis anggaran berakhir.

Langkah keras ini dipandang sebagai strategi untuk mendorong Kongres segera menyetujui anggaran dan mencegah lumpuhnya layanan pemerintahan. Dengan waktu yang semakin sempit, negosiasi antara kubu legislatif masih belum menunjukkan titik temu.***

Editor : Alysa

Sumber : cnbcindonesia.com