Jaro Peloy Resmi Jadi Ketua II Sabaki, Siap Gas Konsolidasi dan Dorong Perda Masyarakat Adat

0
Perda adat
Ditunjuk Sebagai Wakil ketua II Sabaki Nurodin Jaro Peloy akan gas Konsolidasi bahasa terkait Perda di Kabupaten Bogor. Foto (Andres/Narasitoday.com)

NARASITODAY.COM, SUKABUMI- Kabar baru datang dari Kasepuhan Gelar Alam! Nurodin, atau yang akrab disapa Jaro Peloy, resmi ditetapkan sebagai Ketua II Kesatuan Adat Banten Kidul (Sabaki) untuk periode 2025-2030.

Keputusan ini diumumkan langsung oleh Ketua Umum SABAKI, H. Sukanta, dalam acara Riungan Gede Sabaki yang digelar selama dua hari penuh di Kasepuhan Gelar Alam, Kecamatan Cisolok, Kabupaten Sukabumi.

“Pertemuan ini luar biasa banget. Banyak hal penting yang akan kita lakukan ke depan,” ujar Jaro Peloy usai acara, Minggu (5/10/2025).

Baca Juga :  5 Ibadah yang Bisa Dilatih Sebelum Ramadan Tiba

Sebagai sosok yang juga dikenal sebagai Anggota DPRD Kabupaten Bogor itu, Jaro Peloy menegaskan bakal segera melakukan konsolidasi antarwilayah, terutama setelah hadirnya perwakilan dari Bogor.

“Kita mau SABAKI makin kompak, makin guyub, biar bisa jalan bareng-bareng,” tegasnya.

Menurutnya, semangat kebersamaan di SABAKI bukan cuma soal organisasi, tapi juga bagian dari menjaga warisan leluhur.

“Kenapa SABAKI? Karena ini ada di wewengkon yang memang sangat erat kaitannya dengan sejarah leluhur kita,” katanya.

Ia juga menyoroti pentingnya Peraturan Daerah (Perda) tentang Pengakuan Masyarakat Adat.

Baca Juga :  Minum Susu Setiap Hari, 5 Manfaat Utama untuk Kesehatan Tulang Anda

Menurutnya, perjuangan untuk melahirkan regulasi ini wajib diteruskan karena masyarakat adat sudah ada jauh sebelum Indonesia berdiri.

“Saya sudah komunikasi dengan beberapa fraksi dan partai politik. Insyaallah, kita akan dorong Perda Pengakuan Masyarakat Adat bisa lahir,” ujarnya optimis.

Dia menuturkan bahwa, menurutnya Bupati Bogor juga punya visi yang sama, ingin menempatkan adat pada posisi yang semestinya, lengkap dengan regulasinya.

“Pak Bupati pernah memberikan statement bahwa beliau pun memang kedepan ingin bagaimana adat ini ditempatkan dalam satu tempat kemudian regulasinya ada,” katanya.

Baca Juga :  Warga Apresiasi Penyaluran Beras Murah oleh Polsek Nanggung

Ngomongin soal peran masyarakat adat, Jaro Peloy mencontohkan bagaimana kasepuhan sudah lama menerapkan prinsip kedaulatan pangan lewat tradisi mereka.

Dengan semangat baru di kepengurusan SABAKI periode ini, Jaro Peloy berharap sinergi antara adat, pemerintah, dan masyarakat bisa makin kuat.

“Kalau kita lihat di setiap wewengkon masyarakat kasepuhan, mereka udah lama menjalankan adat dan tradisi yang mendukung ketahanan pangan,” jelasnya.***

 

Wartawan : Andreas