NARASITODAY.COM, BOGOR- Krisis air di saluran irigasi Kabupaten Bogor makin bikin petani geleng kepala.
Bayangin aja, saluran Irigasi Sodong yang harusnya jadi urat nadi pertanian di Desa Bagoang dan Desa Pangaur, Kecamatan Jasinga, udah enam tahun nggak ngalir karena ketutup sedimentasi.
Kepala UPT Infrastruktur Irigasi Kelas A Wilayah V, Esda Permana Lukman, ngaku kalau masalah ini emang klasik banget: anggaran yang seret.
“Penyebab utama tersumbatnya saluran Sodong adalah sedimentasi yang menumpuk. Air nggak ngalir ke hilir selama enam tahun terakhir,” kata Esda, Jumat (3/10/2025).
Dari semua wilayah kerja UPT Irigasi di Kabupaten Bogor, total dana yang diterima cuma Rp2,2 miliar buat berbagai kegiatan reguler. Angka itu jelas jauh dari cukup buat perbaikan irigasi yang rusak parah.
Menanggapi hal itu, Anggota DPRD Kabupaten Bogor, Nurodin Jaro Peloy, bilang bakal dorong tambahan anggaran buat sektor Sumber Daya Air (SDA) di pembahasan RAPBD 2026.
“Agenda yang akan datang kami masuk pada pembahasan RAPBD tahun 2026. Terima kasih masukannya, saya akan coba dorong,” ujarnya.
Ia juga bilang, banyak saluran irigasi di wilayah Bogor Barat yang rusak sejak bencana besar awal 2020 lalu, tapi sampai sekarang belum pulih sepenuhnya.
“Yang namanya Sodong dan beberapa irigasi lain di Bogor Barat, progres pemulihan airnya masih jauh dari harapan,” bebernya.
Nurodin ngaku udah ngantongin aspirasi masyarakat di Cigudeg, Sukajaya, Nanggung, dan Jasinga soal rusaknya irigasi.
Ia menilai, kalau pemerintah serius mau mewujudkan ketahanan pangan, maka sektor pertanian dan irigasi nggak boleh cuma jadi slogan.
“Kita harus jawab cepat, gimana caranya ketahanan pangan dan sektor pertanian bisa jalan bareng,” tukasnya.***
Wartawan : Andreas














