Polda NTT “Gaspol” Lawan Illegal Fishing Latihan Turangga 2025 Siap Jaga Laut dari Penjarahan!

0
Polda NTT
Karoops Polda NTT Kombes Pol Joni Afrizal Syarifuddin di Aula Mapolda NTT, Selasa (7/10/2025). Foto (Ist)

NARASITODAY.COM, KUPANG- Polisi nggak cuma jago di darat, bro! Kali ini, Polda Nusa Tenggara Timur (NTT) lagi fokus ke laut. Mereka resmi menggelar Latihan Pra Operasi (Latpraops) “Illegal Fishing Turangga 2025” di Aula Mapolda NTT, Selasa (7/10/2025).

Tujuannya? Satu bikin laut NTT bebas dari pencurian ikan dan aksi ilegal lainnya.

Kegiatan ini dibuka langsung oleh Karoops Polda NTT Kombes Pol Joni Afrizal Syarifuddin, yang mewakili Kapolda NTT Irjen Pol Dr. Rudi Darmoko. Suasananya serius tapi semangat apalagi setelah momen penyematan tanda peserta latihan secara simbolis.

Baca Juga :  5 Bukti Kamu Lebih Kuat dari yang Kamu Pikirkan, Saatnya Percaya Diri

Dalam amanat Kapolda yang dibacakan Karoops, ditekankan kalau latihan ini bukan cuma rutinitas tahunan, tapi langkah strategis biar personel Polri makin siap “tempur” di laut.

Latihan ini penting supaya semua anggota bisa bertugas di laut dengan profesional, tangguh, dan berintegritas,” ujarnya.

NTT memang punya laut yang luas banget dan sayangnya, itu juga bikin wilayah ini rawan aktivitas ilegal: dari pencurian ikan, penyelundupan BBM, barang bersubsidi, sampai imigran gelap.

Selama 2023–2024, Polda NTT udah menangani 57 kasus kejahatan perairan, antara lain:

Baca Juga :  5 Dampak Positif Latihan Leg Day untuk Pria, Bantu Tubuh Produksi Hormon Pertumbuhan

10 kasus penyalahgunaan bahan peledak, 19 kasus perikanan, 17 kasus migas, dan 4 kasus pelayaran.

Angka itu nunjukin betapa seriusnya ancaman di laut NTT. Karena itu, Polri nggak mau main-main: personel dilatih biar jago ngumpulin informasi, patroli laut, dan melakukan penghadangan kapal dengan aman dan tepat.

Tapi operasi ini bukan cuma soal nangkep pelaku. Kapolda juga pengin edukasi masyarakat nelayan buat stop pakai alat tangkap berbahaya kayak bahan peledak, potasium, atau trawl yang bisa ngerusak ekosistem laut.

“Kalau laut rusak, yang rugi bukan cuma negara, tapi generasi kita juga,” tegasnya.

Baca Juga :  5 Sinyal Bahaya Tubuh yang Mengharuskan Istirahat Total dari Latihan

Latpraops ini bakal berlangsung selama 10 hari dan melibatkan personel dari Ditpolairud, Ditreskrimsus, dan berbagai satuan pendukung lainnya.

Polda NTT juga gandeng banyak pihak: TNI AL, Dinas Kelautan dan Perikanan, Bea Cukai, sampai pemerintah daerah. Tujuannya satu bareng-bareng jaga laut tetap aman dan produktif.

“Laut adalah masa depan kita bersama. Melalui latihan ini, Polda NTT berkomitmen menjaga laut NTT tetap aman dan produktif untuk kesejahteraan masyarakat,” tutup Kombes Pol Joni Afrizal dengan nada optimis.***

Wartawan : Andreas