NARASITODAY.COM, NEW DELHI — Perdana Menteri Inggris Keir Starmer menegaskan bahwa pemerintahannya tidak akan menambah kuota visa bagi pekerja asal India. Ia menyatakan bahwa isu imigrasi tidak menjadi bagian dari pembahasan dalam kerja sama perdagangan antara kedua negara.
“Itu bukan bagian dari rencana,” ujar Starmer kepada wartawan saat dalam perjalanan menuju India pada Rabu (8/10/2025), seperti dikutip Reuters. “Kunjungan ini bertujuan memanfaatkan perjanjian perdagangan bebas yang sudah kita sepakati, bukan membicarakan soal visa.”
Starmer tiba di India untuk kunjungan resmi selama dua hari bersama delegasi bisnis Inggris. Misi dagang ini bertujuan memperkuat hubungan ekonomi bilateral setelah Inggris dan India menandatangani perjanjian perdagangan bebas (FTA) pada Juli lalu, yang dijadwalkan mulai berlaku tahun depan.
Ia menyebut bahwa dalam pembahasan FTA sebelumnya, isu visa sempat menjadi kendala. Namun, kesepakatan terbaru disebut telah “bersih” dari isu imigrasi. “Para pelaku bisnis sedang memanfaatkan perjanjian itu. Tapi urusannya bukan visa,” tegasnya.
Pernyataan tersebut muncul di tengah upaya Starmer untuk mengambil sikap lebih tegas terhadap kebijakan imigrasi, menyusul tekanan politik dari Partai Reformasi Inggris yang unggul dalam survei publik terkait isu tersebut.
Meski menolak pembukaan jalur visa baru bagi pekerja India, Starmer tetap membuka peluang bagi “talenta terbaik di dunia” untuk bekerja di Inggris. Namun, ia menekankan bahwa kebijakan visa akan dikaitkan dengan kepatuhan negara asal terhadap perjanjian pengembalian warga yang bermasalah.
“Kami sedang mempertimbangkan apakah harus ada hubungan antara visa dan perjanjian pengembalian. Untuk India, itu bukan masalah karena kami sudah punya perjanjian pengembalian,” ujarnya.
Kunjungan ini juga menjadi langkah strategis bagi Inggris untuk memperkuat kemitraan ekonomi dengan India, yang dipandang sebagai mitra penting dalam perdagangan global dan pertumbuhan ekonomi masa depan.***
Editor : Alysa
Sumber : cnbcindonesia.com














