Kesepakatan Transfer Teknologi Pertahanan Jepang Sudah Meliputi 6 Negara ASEAN

0
ASEAN
Ilustrasi Bendera Jepang berkibar tertiup angin. Foto : Istock

NARASITODAY.COM, TOKYOJepang telah melakukan perubahan besar dalam pendekatan kerja sama pertahanannya dengan negara-negara ASEAN sejak pertengahan 2010-an. Pergeseran ini menandai transisi dari model kerja sama militer tradisional menuju kemitraan strategis yang lebih luas dan mendalam.

Melalui berbagai inisiatif seperti transfer peralatan militer, latihan gabungan regional, dan dialog strategis, Tokyo terus memperkuat diplomasi pertahanannya di kawasan Asia Tenggara. Perubahan ini didukung oleh pembentukan kerangka hukum dan politik baru yang berlandaskan prinsip “standards and norms” untuk memperkuat keterlibatan keamanan regional.

Baca Juga :  Jaro Ade Sebut Pemkab Bogor Dekatkan Pelayanan Publik Kepada Masyarakat

Salah satu kebijakan kunci dalam strategi baru Jepang adalah “Three Principles on Transfer of Defense Equipment and Technology” yang pertama kali diperkenalkan pada 2014 dan ditinjau ulang pada periode 2023–2024.

Menurut Takeshi Yuzawa, Profesor Hubungan Internasional dari Hosei University, kebijakan tersebut telah mendorong lonjakan signifikan dalam jumlah transfer peralatan pertahanan Jepang.

“Kerangka prinsip transfer tersebut telah memicu lonjakan yang mencatat rekor total transfer peralatan pertahanan yang dilaporkan Jepang sejak tahun 1967,” ujarnya.

Baca Juga :  Kopi Rempah Aroma Pandan, Kreasi Minuman Hangat yang Bikin Nagih

Implementasi kebijakan ini tercermin dalam serangkaian kesepakatan dengan negara-negara ASEAN, dimulai dari Filipina pada 2014, diikuti oleh Malaysia (2018), Indonesia dan Vietnam (2021), Thailand (2022), dan yang terbaru Singapura pada 2023.

Selain aspek transfer teknologi, Jepang juga memperluas kerja sama non-tradisional melalui inisiatif seperti “The Vientiane Vision” yang diluncurkan pada 2016. Program ini menekankan pentingnya dialog dan kolaborasi untuk membangun kapasitas regional dan merumuskan aspirasi keamanan bersama di kawasan ASEAN.

Baca Juga :  Indonesia Dinobatkan Sebagai 'Negara Smartphone', Anak Muda Jadi Pengguna Internet Terbanyak Dunia

“Hal ini berlandaskan kebijakan pertahanan luar negeri Jepang,” kata Yuzawa dalam forum kuliah umum yang diselenggarakan oleh Foreign Policy Community Indonesia (FPCI), Rabu (8/10/2025).

Langkah-langkah ini menunjukkan komitmen Jepang dalam memperkuat stabilitas dan keamanan regional melalui pendekatan yang lebih inklusif dan berorientasi pada pembangunan kapasitas jangka panjang.***

Editor : Alysa

Sumber : cnbcindonesia.com