Studi Ungkap, Konsumsi Brokoli Rutin Bisa Bantu Cegah Kanker Usus Besar

0
ilustrasi brokoli (freepik)

NARASITODAY.COM, JAKARTA – Sebuah studi terbaru mengungkap bahwa sayuran hijau seperti brokoli dan kol dapat membantu menurunkan risiko kanker usus besar (kanker kolon). Temuan ini menyoroti pentingnya pola makan sehat dalam mencegah salah satu jenis kanker paling mematikan di dunia.

Menurut data Global Cancer Observatory, kanker kolon menjadi kanker ketiga paling umum di dunia dan penyebab kematian terkait kanker terbanyak kedua. Pada tahun 2022 saja, penyakit ini telah merenggut lebih dari 900 ribu jiwa dengan sekitar 1,9 juta kasus baru setiap tahunnya.

Baca Juga :  Bukan Cuma Buah Delima, Ketahui 10 Manfaat Buah Kersen yang Wajib Diketahui

Brokoli dan Sayuran Silangan Lindungi dari Risiko Kanker

Penelitian yang dipublikasikan di BMC Gastroenterology menemukan bahwa orang yang rutin mengonsumsi sayuran silangan—seperti brokoli, kol, kembang kol, dan Brussels sprout—memiliki risiko 20 persen lebih rendah terkena kanker kolon dibandingkan mereka yang jarang mengonsumsinya.

Hasil ini diperoleh dari tinjauan sistematis terhadap 17 studi internasional dengan total 639.539 peserta. Peneliti menemukan bahwa konsumsi sekitar 20–40 gram sayuran silangan per hari memberikan efek perlindungan paling optimal.

Rahasia Nutrisi dalam Brokoli

Sayuran silangan dikenal kaya akan fitokimia, vitamin C, serat, dan karotenoid, namun kunci utamanya terletak pada senyawa glukosinolat. Saat dikunyah, senyawa ini diubah menjadi isothiocyanates, terutama sulforafan (SFN), yang berperan penting dalam melawan sel kanker.

Baca Juga :  Ketahui 5 Hal Ini Sebelum Kamu Berpikir Bisa Memegang Awan di Langit

Senyawa ini bekerja dengan cara:

  • Menghambat enzim yang mengaktifkan zat karsinogen.
  • Memicu kematian sel kanker secara alami (apoptosis).
  • Menghambat pembentukan pembuluh darah baru di sekitar tumor.
  • Mencegah pertumbuhan tak terkendali sel-sel kanker.

Menariknya, efek perlindungan paling kuat terlihat pada konsumsi 20–40 gram per hari. Namun, peningkatan porsi di atas jumlah itu tidak memberikan manfaat tambahan yang signifikan.

Baca Juga :  Puasa Ramadan Dinilai Bantu Jaga Kesehatan Mental, Ini Kata Kemenkes

Efek Berbeda di Tiap Wilayah

Studi juga menemukan bahwa efek perlindungan lebih jelas terlihat pada populasi di Asia dan Amerika Utara, sementara hasilnya lebih bervariasi di Eropa dan Australia.

Meskipun hasil penelitian ini masih perlu dikaji lebih lanjut karena perbedaan metode dan pengukuran pola makan di berbagai negara, para ahli menegaskan satu hal: menambahkan brokoli dan sayuran hijau lain ke dalam menu harian adalah langkah sederhana untuk menjaga kesehatan usus besar dan mencegah kanker. (MG3)

 

Editor : Mutiara

Sumber : idntimes.com