Uni Eropa Pertimbangkan Pelarangan Etanol dalam Produk Pembersih Tangan

0
pembersih tangan
Ilustrasi Wanita mencuci tangan dengan semprotan. Foto : Istock

NARASITODAY.COM,  HELSINKI – Di balik aroma khas hand sanitizer yang menemani keseharian masyarakat sejak pandemi, kini muncul perdebatan serius di tingkat Eropa. Uni Eropa tengah mengkaji kemungkinan pelarangan etanol sebagai bahan aktif dalam produk biosida, termasuk pembersih tangan, menyusul kekhawatiran akan dampak kesehatannya.

Langkah ini bermula dari rekomendasi internal yang dirilis pada 10 Oktober oleh salah satu kelompok kerja di bawah European Chemicals Agency (ECHA). Dalam dokumen tersebut, etanol dikategorikan sebagai zat toksik yang berpotensi menimbulkan risiko kanker dan komplikasi kehamilan. ECHA menyarankan agar bahan ini digantikan dalam produk pembersih dan disinfektan lainnya.

Baca Juga :  Sebuah Bangunan Rongsokan di Kemang Terbakar Ini Penyebabnya

“Penilaian atas etanol untuk penggunaan biosida masih berlangsung,” ujar ECHA seperti dikutip oleh Reuters.

Komite Produk Biosida ECHA dijadwalkan akan menggelar pertemuan pada 25–28 November untuk membahas lebih lanjut evaluasi ini. Jika para ahli menyimpulkan bahwa etanol memang berpotensi merusak sistem reproduksi manusia atau memicu kanker, maka rekomendasi resmi untuk mengganti zat tersebut akan diajukan. Keputusan akhir akan berada di tangan Komisi Eropa setelah menerima pendapat ilmiah dari komite tersebut.

Baca Juga :  Drama Pekan Terakhir Liga Inggris: Pertaruhan Tiket Eropa dan Horor Degradasi Dua Klub London

Namun, di tengah sorotan tajam terhadap etanol, suara berbeda datang dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO). Lembaga global ini masih mengklasifikasikan etanol dan isopropanol sebagai bahan yang aman digunakan dalam produk kebersihan tangan, termasuk hand sanitizer.

Baca Juga :  Badai Goretti Lumpuhkan Eropa Utara, Ribuan Rumah Tanpa Listrik

Perbedaan pandangan antara lembaga regional dan internasional ini membuka ruang diskusi yang lebih luas tentang standar keamanan bahan kimia dalam kehidupan sehari-hari.

Apakah etanol akan tetap menjadi pilihan utama dalam menjaga kebersihan tangan, atau akan tergeser oleh alternatif lain yang lebih aman? Jawabannya mungkin akan terungkap dalam beberapa bulan ke depan.***

Editor : Alysa

Sumber : Berbagai Sumber