Wakil Menteri Perdagangan Paul Dabbar Pimpin Negosiasi Investasi Komputasi Kuantum

0
komputasi kuantum
Ilustrasi Lalu lintas New York, AS. Foto : Istock

NARASITODAY.COM, WASHINGTON – Pemerintahan Presiden Donald Trump dilaporkan sedang menjajaki kemungkinan membeli saham di sejumlah perusahaan komputasi kuantum sebagai kompensasi atas bantuan dana dari pemerintah. Langkah ini dipandang sebagai sinyal bahwa Washington semakin serius memperkuat posisinya dalam teknologi strategis masa depan.

Menurut laporan Wall Street Journal (WSJ) pada Rabu, 22 Oktober 2025, beberapa perusahaan seperti IonQ, Rigetti Computing, dan D-Wave Quantum tengah berdiskusi dengan pemerintah mengenai skema pendanaan minimal sebesar US$10 juta untuk masing-masing perusahaan, dengan imbalan pemerintah AS menjadi pemegang saham. Selain itu, Quantum Computing Inc. dan Atom Computing juga disebut sedang mempertimbangkan opsi serupa.

Baca Juga :  Dampingi Gubernur Dedi Mulyadi, Wakil Bupati Bogor Jaro Ade Hadiri Apresiasi Pemda Terbaik 2026 di Yogyakarta

Namun, laporan tersebut belum dapat diverifikasi secara independen oleh Reuters. Seorang pejabat dari Departemen Perdagangan AS menyatakan melalui email bahwa pihaknya “tidak sedang bernegosiasi dengan perusahaan-perusahaan tersebut.”

Langkah ini mengikuti pernyataan Trump sebelumnya mengenai rencana pemerintah untuk mengambil 10% saham di Intel Corp, di mana hibah pemerintah akan dikonversi menjadi kepemilikan ekuitas.

Baca Juga :  PM Sanae Takaichi Tolak Dukungan Perempuan Naik Takhta sebagai Kaisar Jepang

Pendekatan serupa telah diterapkan pada MP Materials, sebuah perusahaan tambang kecil yang kini sebagian sahamnya dimiliki oleh Pentagon untuk mendukung produksi magnet logam tanah jarang (rare earth).

Pemerintah AS juga memperoleh “golden share” dengan hak veto dalam kesepakatan yang memungkinkan perusahaan Jepang Nippon Steel mengakuisisi U.S. Steel.

Sementara itu, IonQ menolak memberikan komentar, dan Gedung Putih serta perusahaan lainnya seperti Rigetti, D-Wave, Atom Computing, dan Quantum Computing belum memberikan tanggapan atas permintaan komentar dari Reuters.

Baca Juga :  Bupati Bogor Apresiasi Guru sebagai Pahlawan Tanpa Tanda Jasa dan Kunci Utama Membangun Bangsa

WSJ juga menyebut bahwa Wakil Menteri Perdagangan AS, Paul Dabbar yang memiliki latar belakang sebagai eksekutif di industri komputasi kuantum dan pernah menjabat di Departemen Energi memimpin pembicaraan pendanaan dengan perusahaan-perusahaan tersebut.

Di sisi lain, perkembangan teknologi kuantum terus menunjukkan kemajuan. Pada Februari lalu, Microsoft memperkenalkan chip baru yang diklaim membuktikan bahwa komputasi kuantum akan terwujud dalam “hitungan tahun, bukan dekade,” sejalan dengan prediksi dari Google dan IBM bahwa revolusi teknologi ini semakin dekat.***

Editor : Alysa

Sumber : Berbagai Sumber