Kemenkes Ingatkan Dampak Fatherless pada Kesehatan Mental Anak di Hari Ayah Nasional

0
foto : (freepik)

NARASITODAY.COM, JAKARTA – Dalam momentum Hari Ayah Nasional, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI menyoroti meningkatnya fenomena fatherless atau anak yang tumbuh tanpa figur ayah. Kondisi ini dinilai bisa berdampak serius pada kesehatan mental dan perkembangan sosial anak.

Direktur Pelayanan Kesehatan Kelompok Rentan Kemenkes RI, dr. Imran Pambudi, MPHM, menegaskan bahwa peran ayah tidak hanya sebatas kehadiran fisik, tetapi juga dukungan emosional. Ia mengingatkan pentingnya komunikasi rutin antara ayah dan anak, sekecil apapun bentuknya.

“Ayah itu figurnya harus terus ada. Kalau bisa setiap hari ada komunikasi dengan anak, sekecil apapun. Jangan ditumpuk di akhir pekan, karena anak juga punya aktivitas sendiri,” ujar dr. Imran.

Menurutnya, interaksi sederhana seperti berbicara saat makan malam atau menjelang tidur bisa menjaga kelekatan emosional antara ayah dan anak. Figur ayah yang konsisten hadir akan membantu anak tumbuh dengan rasa aman, percaya diri, dan memiliki panduan dalam mengenali peran gendernya.

Baca Juga :  Darah Keluar Bersama Urine? Kenali 5 Penyebab Gumpalan Darah saat Kencing

Dampak Psikologis Kehilangan Figur Ayah
dr. Imran menjelaskan bahwa kehilangan figur ayah dapat menimbulkan kebingungan identitas hingga tekanan psikologis, terutama bagi anak perempuan yang hanya dibesarkan oleh ibu.

“Kalau anak perempuan dibesarkan hanya oleh ibu, dia bisa merasa semua harus dikerjakan sendiri. Saat dewasa dan menikah, dia akan kesulitan melakukan penyesuaian, karena tidak pernah melihat sosok ayah sebelumnya,” jelasnya.

Sementara bagi anak laki-laki, ketiadaan ayah bisa menyebabkan jarak emosional dan konflik saat memasuki masa remaja. Tidak jarang, anak justru menolak kehadiran ayah yang baru muncul setelah lama absen dari kehidupan mereka.

“Kadang bapak baru muncul saat anak remaja, tapi anaknya justru marah, ‘selama ini Bapak di mana?’ Itu karena figur ayah tidak hadir sejak dini. Idealnya, keterlibatan ayah harus ada sejak bayi,” tambahnya.

Kehadiran Ayah Harus Berkelanjutan
Kemenkes juga mengingatkan bahwa peran ayah tidak berhenti hanya pada masa bayi. Setiap tahap tumbuh kembang anak membutuhkan kehadiran dan teladan dari sosok ayah.

“Harus di semua usia. Setiap tahap tumbuh kembang anak punya kebutuhan figur ayah sendiri. Jadi kehadiran ayah tidak boleh putus,” tutup dr. Imran.

Melalui momentum Hari Ayah Nasional, Kemenkes berharap masyarakat semakin sadar akan pentingnya peran ayah dalam keluarga. Sebab, kehadiran dan perhatian seorang ayah terbukti menjadi salah satu fondasi utama bagi kesehatan mental dan karakter anak di masa depan. (MG3)

Baca Juga :  Tiga Nutrisi yang Dapat Membantu Usus Anda Lebih Sehat dan Seimbang

Editor : Mutiara

Sumber : detikHealth