Jambret di Bogor Lukai Guru Perempuan, Korban Terjatuh dan Patah Tulang

0
guru perempuan
Ilustrasi pria di atas sepeda motor yang mencuri tas tangan dari seorang wanita . Foto : Istock

NARASITODAY.COM, BOGOR – Aksi kriminalitas jalanan yang keji menimpa seorang guru perempuan di Desa Bojong Nangka, Kecamatan Gunung Putri, Bogor, Jawa Barat. Korban mengalami patah tulang tangan usai tersungkur dari sepeda motornya akibat dijambret pada Kamis (20/11/2025) siang.

Video rekaman aksi penjambretan tersebut viral di media sosial. Dalam tayangan yang beredar, terlihat korban yang tengah berboncengan dipepet oleh pelaku. Pelaku dengan cepat merampas tas korban, menyebabkan korban dan penumpang yang dibawanya tersungkur ke tengah jalan.

Baca Juga :  Dishub Kabupaten Bogor Perbaiki Lampu PJU di Area Wisata Situ Kadongdong

Kapolsek Gunung Putri, Kompol Aulia Robby Putra, membenarkan kejadian nahas ini.

“Telah terjadi penjambretan di Jalan PT IPI depan GOR Bulutangkis Satria. Korban atas nama Ibu Yurida guru SMAN 1 Gunung Putri, korban mengalami patah tulang tangan sebelah kiri,” kata Kompol Aulia Robby Putra, Jumat (21/11/2025).

Aksi penjambretan ini tidak hanya mengakibatkan kerugian materi, tetapi juga meninggalkan luka fisik serius bagi korban. Tas yang berhasil digasak pelaku berisi barang berharga, termasuk telepon genggam (handphone).

Baca Juga :  PWI Kabupaten Bogor Gelar Safari Jurnalistik, Warga Gunung Putri Sambut Hangat Peran Media

“Barang yang di jambret tas yang berisi HP (handphone). Sekarang korban dirujuk ke RSUD Cibinong,” imbuh Kapolsek.

Pihak kepolisian telah mengarahkan korban untuk segera membuat Laporan Polisi (LP) guna memulai proses penyelidikan dan pengejaran terhadap pelaku.

Baca Juga :  Bupati Bogor Rudy Susmanto Berikan Penghargaan kepada Insan Pendidikan atas Dedikasinya di Momentum Hari Guru Nasional

“Sudah diarahkan untuk membuat LP (laporan polisi). Hari ini katanya mau buat LP,” ujar Kompol Aulia Robby Putra, menekankan langkah formal untuk penanganan kasus ini.

Insiden yang menimpa seorang tenaga pendidik ini menjadi peringatan keras bagi masyarakat akan meningkatnya kerawanan kriminalitas di jalan raya dan mendesak masyarakat untuk selalu waspada, terutama saat membawa barang berharga di ruang publik.***

Editor : Alysa

Sumber : detik.com