Guru Masih Disiapkan Sebelum Bahasa Portugis Masuk Kurikulum Sekolah

0
bahasa portugis
foto : ilustrasi (freepik)

NARASITODAY.COM, JAKARTA – Wacana memasukkan bahasa Portugis sebagai mata pelajaran di sekolah kembali mencuri perhatian. Pemerintah menyebut rencana tersebut masih dalam tahap kajian, khususnya terkait kesiapan guru yang akan mengajar.

Hal ini disampaikan Mendikdasmen Abdul Mu’ti dalam rapat bersama Komisi X DPR di Senayan, Jakarta. Ia menegaskan bahwa sebelum bahasa Portugis benar-benar diterapkan, pemerintah harus memastikan tenaga pengajarnya siap.

“Kami sudah melakukan kajian mengenai pembelajaran bahasa asing, termasuk bahasa Portugis. Tapi semuanya sangat bergantung pada kesiapan guru dan sarana prasarana,” ujar Mu’ti seusai rapat.

Baca Juga :  Presiden Prabowo Subianto Gelar Rapat Bersama Erick Thohir Bahas Pembangunan Akademi Olahraga Nasional

Bahasa Asing Prioritas

Saat ini, bahasa asing yang wajib diajarkan di sekolah masih berfokus pada bahasa Inggris. Mulai 2027, bahasa Inggris akan mulai diajarkan kepada siswa kelas 3 SD, sementara para gurunya dijadwalkan mendapat pelatihan di tahun 2026.

Selain Inggris, beberapa bahasa asing lain juga sudah diajarkan di sejumlah sekolah, seperti Arab, Prancis, Mandarin, Jepang, hingga Korea. Bahasa Portugis kemungkinan akan menjadi tambahan, namun statusnya tetap sebagai bahasa asing pilihan.

Alasan Pemerintah Mendorong Bahasa Portugis

Menteri Luar Negeri Sugiono menjelaskan bahwa dorongan memasukkan bahasa Portugis ke kurikulum tak lepas dari upaya mempererat hubungan Indonesia dengan Brasil, salah satu negara berbahasa Portugis terbesar di dunia. Presiden Prabowo bahkan menyebut adanya “New Special Relationship” antara kedua negara.

Baca Juga :  ASN Dinas Pendidikan Kabupaten Bogor Terancam Dipecat Karena Skandal Perselingkuhan

Sugiono mengatakan kemampuan bahasa Portugis dianggap strategis untuk meningkatkan kerja sama antar-negara, terutama dalam komunikasi diplomatik, pertukaran bisnis, dan program bersama lainnya.

“Komunikasi adalah kunci. Karena itu Pak Presiden meminta bahasa Portugis dimasukkan sebagai salah satu bahasa prioritas,” jelasnya.

Peluang untuk Akses Kerja Global

Wamen Dikti Fauzan juga menambahkan bahwa pengajaran bahasa asing, termasuk Portugis, bertujuan membuka peluang yang lebih luas bagi masyarakat Indonesia di tingkat internasional. Menurutnya, kemampuan bahasa asing masih menjadi tantangan utama bagi warga yang ingin bekerja di luar negeri.

Baca Juga :  Pemerintah Berikan Kepastian Penugasan Guru Non-ASN selama Masa Transisi Pendidikan

“Bahasa itu salah satu kendala. Jadi kita diminta mengajarkan bahasa asing agar masyarakat bisa lebih kompetitif,” katanya.

Fauzan menegaskan bahwa langkah ini tidak hanya berfokus pada Portugis, tetapi juga penguatan bahasa Inggris, Arab, Mandarin, hingga bahasa asing lain yang dianggap relevan. (MG3)

 

Editor : Mutiara

Sumber : detiknews