
NARASITODAY.COM, BOGOR – Udara sejuk di kediaman Presiden Prabowo Subianto di Hambalang menjadi latar pertemuan strategis yang akan menentukan masa depan prestasi olahraga Indonesia. Pada Rabu (22/4/2026), Presiden menggelar rapat tertutup bersama Menteri Pemuda dan Olahraga, Erick Thohir, guna mematangkan cetak biru pembangunan Akademi Olahraga Nasional sekaligus pusat pelatihan tim nasional.
Pertemuan ini bukan sekadar diskusi birokrasi, melainkan langkah konkret untuk mewujudkan kawasan terpadu yang dirancang menjadi pabrik talenta atlet sejak usia dini hingga level elite.
Mencetak Duta Bangsa Sejak Usia 8 Tahun
Erick Thohir menyampaikan bahwa konsep pengembangan kawasan ini mengedepankan pembinaan jangka panjang. Akademi ini diproyeksikan sebagai kawah candradimuka bagi para atlet muda agar siap bertarung di panggung dunia.
“Ini adalah kawasan terpadu yang akan membina atlet sejak dini agar mampu menjadi duta bangsa yang mencerminkan kedigdayaan Indonesia di kancah internasional,” ungkap Erick melalui akun media sosialnya, Rabu (22/4/2026).
Visi ini selaras dengan ambisi besar Presiden Prabowo yang sempat diungkapkan saat melepas kontingen SEA Games tahun lalu. Presiden menginginkan fasilitas yang bukan hanya luas secara fisik, tetapi juga canggih secara teknologi dan metodologi.
“Saya sudah merencanakan kita akan bangun pusat olahraga yang besar. Saya minta sekitar minimal 500 hektare, pusat olahraga itu. Nggak ada pusat olahraga yang 5 hektare, 8 hektare, di situ nanti kita bangun state of art,” tegas Prabowo dalam sambutannya di Istana Negara, Desember 2025 lalu.
Presiden menambahkan bahwa pembinaan tidak akan dilakukan secara instan. “Kita kirim anak-anak kita ke mana saja untuk belajar, kita datangkan pelatih-pelatih terbaik, dan kita akan bina dari usia dini. Kita didik dari 8 tahun, kita akan bikin pembinaan pusat latihan jangka panjang,” imbuhnya.
Kesejahteraan di Luar Lapangan
Selain membahas infrastruktur fisik, pertemuan di Hambalang tersebut juga menyentuh aspek kesejahteraan atlet. Erick melaporkan bahwa pemerintah telah menyalurkan bonus atas prestasi gemilang di SEA Games 2025 dan ASEAN Para Games 2026.
Menariknya, perhatian pemerintah kali ini tidak berhenti pada pemberian nominal finansial. Untuk menjamin keberlanjutan hidup para pahlawan olahraga, pemerintah menyertakan program literasi keuangan.
“Pemberian bonus tersebut dilengkapi dengan program literasi keuangan guna membantu para atlet mengelola pendapatan mereka secara bijak sebagai tabungan masa depan,” jelas Erick. Langkah ini dipandang sebagai bukti nyata bahwa negara hadir untuk menjamin kehidupan atlet, baik saat mereka berjaya di lapangan maupun setelah masa pensiun tiba.
Erick juga menyampaikan apresiasi khusus kepada Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi dan Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya atas dukungan penuh mereka dalam memajukan sektor olahraga nasional.
Dengan lahan luas yang disiapkan dan sistem pembinaan yang terintegrasi, Hambalang kini bersiap bertransformasi menjadi jantung kekuatan baru olahraga Indonesia di mata dunia.***
Editor : Alysa
Sumber : cnbcindonesia.com












