
NARASITODAY.COM, CALIFORNIA – Sebuah pesta ulang tahun anak di Stockton, California, Amerika Serikat, berubah menjadi lokasi tragedi setelah penembakan massal brutal pada Sabtu (30/11/2025) malam waktu setempat. Insiden yang terjadi di sebuah restoran ini menewaskan sedikitnya empat orang, termasuk orang dewasa dan anak-anak.
Sepuluh orang lainnya dilaporkan mengalami luka-luka dan kondisi mereka masih belum diumumkan secara resmi oleh pihak berwenang.
Penembakan terjadi sekitar pukul 18.00 waktu lokal. Pelaku hingga kini masih buron. Pihak kepolisian San Joaquin County segera meluncurkan investigasi intensif dan menduga kuat bahwa serangan ini bukanlah tindakan acak.
Juru bicara Kantor Sheriff San Joaquin County, Heather Brent, menyatakan keprihatinannya dan menegaskan fokus utama penyelidikan.
“Ini investigasi yang sangat aktif. Indikasi awal menunjukkan kemungkinan besar ini adalah insiden yang ditargetkan,” katanya dikutip dari BBC International, Minggu (30/11/2025).
Polisi terus mengumpulkan bukti dan mengimbau warga yang memiliki rekaman atau informasi terkait untuk segera melapor, dalam upaya mengejar pelaku yang bertanggung jawab.
Tragedi ini memicu kemarahan mendalam di kalangan masyarakat dan pejabat lokal. Wali Kota Stockton, Christina Fugazi, mengecam keras insiden yang merenggut nyawa di acara keluarga tersebut.
“Ini tidak dapat diterima. Keluarga seharusnya menikmati waktu bersama, bukan berada di rumah sakit menunggu kabar apakah orang yang mereka cintai selamat,” ujarnya.
Insiden berdarah ini sekali lagi menyoroti masalah pelik kekerasan bersenjata di AS, bahkan terjadi di ruang-ruang yang seharusnya aman bagi keluarga. Ironisnya, California dikenal sebagai negara bagian yang memiliki regulasi senjata api yang ketat.
Namun, aturan tersebut menghadapi tantangan hukum yang signifikan dalam beberapa tahun terakhir:
- Pada tahun 2021, larangan kepemilikan senjata serbu seperti AR-15 sempat dibatalkan oleh hakim federal.
- Setahun kemudian, Mahkamah Agung AS memperluas hak membawa senjata, yang memicu kekhawatiran meluas terhadap efektivitas regulasi senjata di negara bagian tersebut.
Tragedi Stockton menjadi pengingat yang menyakitkan bahwa upaya legislasi tampaknya masih belum cukup untuk membendung gelombang kekerasan bersenjata di Amerika Serikat.***
Editor : Alysa
Sumber : cnbcindonesia.com













