Korek Telinga Picu Darah? Ungkap 5 Penyebab Kotoran Telinga Berdarah

0
darah
Ilustrasi Kotoran telinga bercampur darah. Foto : Istock

NARASITODAY.COM – Kotoran telinga bercampur darah sering dianggap sepele, padahal bisa jadi tanda cedera serius hingga infeksi yang memerlukan penanganan cepat. Hindari membersihkan telinga dengan korek kuping karena justru memicu perdarahan, dan segera periksa ke dokter jika gejala berlanjut.​​

  1. Cedera Saluran Telinga oleh Benda Tajam
    Penggunaan korek kuping atau cotton bud terlalu dalam menyebabkan goresan dinding saluran telinga yang berdarah dan bercampur serumen. Biarkan telinga sembuh alami tanpa alat pembersih, tapi konsultasi dokter jika nyeri atau pendarahan tak berhenti.​​
  2. Infeksi Telinga Tengah atau Luar
    Bakteri atau virus memicu peradangan parah yang merobek kulit telinga, disertai demam, sakit, dan gangguan pendengaran. Pengobatan memerlukan antibiotik atau tetes telinga resep dokter untuk cegah komplikasi permanen.​​
  3. Gendang Telinga Pecah
    Trauma, infeksi, atau tekanan mendadak merobek gendang telinga, menyebabkan darah keluar bersama kotoran. Sembuh sendiri dalam minggu, tapi periksa medis untuk hindari infeksi lanjutan.​
  4. Barotrauma akibat Perubahan Tekanan
    Naik pesawat, menyelam, atau ketinggian ekstrem menekan gendang telinga hingga pecah dan berdarah. Gejala seperti telinga berdengung hilang sementara, tapi dokter perlu evaluasi.​​
  5. Dermatitis atau Cedera Kulit Telinga
    Iritasi dari earphone lama, alergi, jerawat, atau eksim menyebabkan kulit telinga luka dan berdarah. Gunakan salep antiinflamasi dokter dan hindari pemicu untuk pemulihan cepat.​​
Baca Juga :  Bagaimana Charcoal Meningkatkan Kesehatan dan Kecantikan Kulit? 5 Tips Penting

Jangan abaikan kotoran telinga berdarah karena bisa jadi pertanda tumor atau kolesteatoma langka; perawatan dini cegah gangguan pendengaran permanen.***

Editor : Alysa

Sumber : Berbagai Sumber