
NARASITODAY.COM, BOGOR – Warga Desa Sadeng, Kecamatan Leuwisadeng, Kabupaten Bogor, ramai-ramai turun ke sungai. Bareng prajurit Batalyon Infanteri Teritorial Pembangunan (Yonif TP) 878 Galuh Pakuan, mereka menggelar aksi bersih-bersih Daerah Aliran Sungai (DAS) Cikaniki, Sabtu (13/12/2025).
Kegiatan yang digagas Kelompok Kerja Masyarakat (Pokja) Cikaniki ini melibatkan sekitar 1.500 warga, mulai dari RW 01 hingga RW 06.
Sejak pagi, warga sudah berkumpul membawa karung, cangkul, hingga alat seadanya untuk mengangkut tumpukan sampah rumah tangga yang selama ini mencemari sungai.
Aksi ini digelar sebagai respons atas kondisi Sungai Cikaniki yang kian memprihatinkan. Sampah menumpuk di sejumlah titik, membuat aliran sungai terganggu dan mengancam fungsi ekologisnya.
Perwakilan Panitia Pokja Cikaniki, Endri Somantri, mengatakan kegiatan ini berangkat dari keresahan warga sendiri.
Dorongan tersebut kemudian direspons positif oleh pemerintah desa hingga akhirnya aksi bersih-bersih bisa digelar secara besar-besaran.
“Awalnya murni dari keinginan warga untuk membersihkan lingkungan. Alhamdulillah, pemerintah desa mendukung penuh, jadi kegiatannya bisa melibatkan banyak pihak,” kata Endri di sela kegiatan.
Menurutnya, pembersihan difokuskan pada badan Sungai Cikaniki yang selama ini menjadi lokasi penumpukan sampah. Tak hanya itu, warga juga menanam pohon di sepanjang bantaran sungai sebagai upaya mencegah kerusakan lingkungan dalam jangka panjang.
“Targetnya jelas, sungai harus kembali berfungsi sebagaimana mestinya. Kalau sudah tercemar seperti ini, memang harus ada aksi nyata, bukan cuma imbauan,” tegasnya.
Kegiatan ini juga melibatkan unsur lintas sektor, mulai dari Yonif TP 878 Galuh Pakuan, Bhabinkamtibmas, Babinsa, hingga UPT Pengelolaan Sampah Wilayah Leuwiliang serta UPT Infrastruktur Jalan dan Jembatan Leuwiliang.
Kolaborasi antara warga, aparat, dan pemerintah ini diharapkan bisa jadi contoh pengelolaan lingkungan berbasis partisipasi masyarakat, sekaligus menumbuhkan kesadaran bersama untuk menjaga Sungai Cikaniki sebagai sumber kehidupan.
Wartawan : Andreas













