Taksi Otonom dan Teknologi Canggih Lainnya Terhenti Saat Kota San Francisco Digelayuti Kegelapan

0
San Francisco
Ilustrasi San Francisco. Foto : Istock

NARASITODAY.COM, SAN FRANCISCO – Sabtu malam (20/12/2025) yang seharusnya penuh cahaya dan hiruk-pikuk belanja menjelang Natal di San Francisco seketika berubah menjadi gelap gulita. Pemadaman listrik skala besar melanda pusat teknologi Pantai Barat Amerika Serikat tersebut, meninggalkan sedikitnya 130.000 warga dalam kegelapan dan keheningan yang mencekam di bawah selimut kabut khas kota itu.

Kawasan komersial yang biasanya gemerlap dengan dekorasi hari raya mendadak sunyi. Lampu-lampu lalu lintas mati total, memaksa polisi bekerja ekstra mengatur persimpangan secara manual di tengah kemacetan. Tak hanya itu, kecanggihan teknologi kota ini seolah tak berdaya taksi otonom Waymo terpaksa berhenti beroperasi karena kehilangan navigasi visual di jalanan yang gelap.

Baca Juga :  Sistem Buka-Tutup di Rest Area Tol Japek Dampak Arus Mudik yang Meningkat

Wali Kota San Francisco, Daniel Lurie, mengonfirmasi bahwa pemicu kekacauan ini adalah kebakaran hebat di sebuah gardu induk. Dari pusat operasi darurat, Lurie menyampaikan pesan simpati sekaligus instruksi bagi warganya.

“Saya tahu ini hari yang berat. Memang ada kemajuan (pemulihan daya), tetapi bagi Anda yang belum mendapatkan aliran listrik, kami ingin memastikan Anda tetap aman dan tolong periksa kondisi tetangga Anda,” ujar Lurie dalam unggahan video resminya.

Lurie menegaskan bahwa seluruh personel keamanan telah dikerahkan. “Personel kepolisian, pemadam kebakaran, dan pejabat kota lainnya telah dikerahkan ke lapangan,” tambahnya sembari meminta warga untuk tetap tinggal di rumah demi keselamatan.

Baca Juga :  7 Keajaiban Daun Kenikir dalam Perawatan Kulit dan Kecantikan

Bagi para pemilik toko, pemadaman ini bukan sekadar gangguan teknis, melainkan mimpi buruk finansial. Di saat warga tumpah ruah untuk menyelesaikan belanja Natal mereka, pintu-pintu toko justru harus terkunci rapat karena tiadanya daya.

Pihak San Francisco Chronicle melaporkan dampak ekonomi yang signifikan. Kekecewaan mendalam dirasakan oleh para pelaku usaha kecil yang menggantungkan pendapatan mereka pada momentum akhir tahun.

“Penurunan jumlah pembeli yang tiba-tiba hanya beberapa hari sebelum Natal sangat mengerikan bagi bisnis kami,” ungkap manajer toko perlengkapan rumah Black & Gold dengan nada getir.

Baca Juga :  Ford Pangkas 1.000 Pekerjaan di Cologne Akibat Lesunya Permintaan Kendaraan Listrik di Eropa

Hingga Minggu pagi (21/12/2025), Pacific Gas & Electric Company (PG&E) terus bekerja keras menyambungkan kembali urat nadi listrik kota. Hingga Sabtu pukul 21.00 waktu setempat, sekitar 90.000 rumah tangga dilaporkan sudah kembali mendapatkan aliran daya.

“Sisa 40.000 pelanggan lainnya diharapkan pulih sepanjang malam,” tulis pernyataan resmi PG&E melalui akun X.

Meskipun cahaya mulai kembali berpijar satu per satu, pihak berwenang masih melakukan investigasi mendalam untuk mencari tahu penyebab pasti kebakaran di gardu induk yang telah melumpuhkan denyut jantung San Francisco di akhir pekan tersibuk tahun ini.***

Editor : Alysa

Sumber : cnbcindonesia.com