NARASITODAY.COM, JAKARTA – Aktivitas traveling kini menjadi bagian dari gaya hidup banyak orang, baik untuk liburan, urusan pekerjaan, pendidikan, maupun sekadar melepas penat. Dalam ajaran Islam, bepergian atau safar pada dasarnya diperbolehkan selama dilakukan dengan niat yang baik dan tetap berada dalam koridor syariat.
Islam memandang perjalanan sebagai salah satu cara manusia mengenal kebesaran Allah SWT, mengambil hikmah, serta memperluas wawasan. Bahkan, dalam kondisi tertentu, traveling dapat bernilai ibadah apabila disertai niat yang benar dan adab yang dijaga. Al-Qur’an pun mendorong manusia untuk menjelajahi bumi dan memanfaatkan rezeki yang telah Allah sediakan.
Meski demikian, Islam juga mengajarkan adab dalam bepergian, termasuk menjaga akhlak, melaksanakan ibadah, serta memanjatkan doa safar agar perjalanan diberi keselamatan dan keberkahan. Dengan memadukan ikhtiar dan doa, perjalanan diharapkan tidak hanya membawa kesenangan, tetapi juga ketenangan hati dan nilai spiritual. (MG3)
Editor : Mutiara
Sumber : detikhikmah














