Aktivitas Vulkanik Merapi Meningkat, Warga Diminta Tetap Waspada Saat Hujan Deras

0
Merapi
Ilustrasi gunnung merapi. Foto : Istock

NARASITODAY.COM, SLEMANGunung Merapi kembali menunjukkan tabiatnya sebagai salah satu gunung api paling aktif di dunia. Di tengah suasana tenang jelang akhir tahun, “Sang Mahaguru” mengirimkan sinyal kewaspadaan melalui rentetan awan panas guguran dan lava pijar yang membelah kegelapan lereng pada Minggu (21/12/2025).

Hingga saat ini, Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) masih menetapkan status aktivitas Gunung Merapi pada Level III (Siaga). Masyarakat yang bermukim di zona bahaya pun diminta untuk tidak lengah.

Berdasarkan catatan visual dan instrumen periode pengamatan 21 Desember 2024 pukul 00.00-24.00 WIB, Merapi terlihat cukup intens melepaskan energinya. Setidaknya, terekam empat kali awan panas guguran yang menyapu ke arah barat daya melalui alur Kali Bebeng dan Kali Boyong, dengan jarak luncur mencapai 1.200 meter.

Baca Juga :  Operasi Modifikasi Cuaca Mulai Efektif, Curah Hujan di Jabodetabek Menurun Signifikan

Tak hanya itu, sebanyak 22 kali guguran lava pijar teramati meluncur lebih jauh, hingga 1.800 meter ke arah Kali Sat/Putih, Krasak, dan Bebeng. Pemandangan ini menjadi pengingat nyata bagi warga lereng bahwa aktivitas vulkanik di dalam perut Merapi masih jauh dari kata tenang.

Dari balik layar monitor di pos pengamatan, denyut jantung Merapi terlihat sangat sibuk. Aktivitas kegempaan didominasi oleh gempa guguran sebanyak 82 kejadian. Angka ini disusul oleh gempa hybrid atau fase banyak sebanyak 62 kejadian, serta gempa vulkanik dangkal dan tektonik jauh.

Secara visual, asap kawah bertekanan lemah berwarna putih tampak membumbung tipis hingga tebal, mencapai ketinggian 10 hingga 100 meter di atas puncak.

Baca Juga :  Bupati Bogor Hadirkan Bazar Ramadan Istimewa untuk Kendalikan Harga Kebutuhan Pokok

Pada Senin pagi (22/12/2025), pantauan dari Pos Kaliurang, Sleman, menunjukkan pemandangan Merapi yang tampak jelas dan megah di bawah langit cerah. Suhu udara dingin di angka 20,6°C menemani hembusan angin yang tenang ke arah timur. Kondisi serupa juga teramati dari Pos Babadan, Magelang, dengan udara yang lebih menusuk di angka 18,4°C.

Meskipun pemandangan Merapi di pagi hari tampak menenangkan, Badan Geologi mengingatkan bahwa suplai magma di bawah permukaan masih terus berlangsung.

“Data pemantauan menunjukkan suplai magma masih berlangsung yang dapat memicu terjadinya awan panas guguran di dalam daerah potensi bahaya,” tulis pernyataan resmi Badan Geologi.

Beberapa poin rekomendasi penting bagi masyarakat antara lain:

  • Zona Terlarang: Sungai Boyong (hingga 5 km), Sungai Bedog, Krasak, dan Bebeng (hingga 7 km), serta Sungai Woro (3 km) dan Gendol (5 km) di sektor tenggara harus dikosongkan dari aktivitas manusia.
  • Waspada Hujan: Masyarakat diminta mewaspadai bahaya lahar dingin dan Awan Panas Guguran (APG), terutama saat hujan deras mengguyur puncak.
  • Antisipasi Abu: Menyiapkan perlengkapan seperti masker untuk mengantisipasi gangguan abu vulkanik jika terjadi erupsi eksplosif yang materialnya bisa menjangkau radius 3 km dari puncak.
Baca Juga :  Pengesahan Revisi UU TNI Menyulut Kekecewaan, Jae Park (eaJ) Dukung Masyarakat Indonesia Lewat Media Sosial

Hingga saat ini, otoritas terkait terus memantau setiap pergerakan sekecil apa pun. “Jika terjadi perubahan aktivitas yang signifikan, maka tingkat aktivitas Gunung Merapi akan segera ditinjau kembali,” tegas Badan Geologi.***

Editor : Alysa

Sumber : cnbcindonesia.com