NARASITODAY.COM, JAKARTA – Deru mesin pesawat di landasan pacu Lanud Halim Perdanakusuma menjadi pemandangan rutin sepekan terakhir. Di balik awan mendung yang menggelayuti wilayah Jabodetabek, sebuah operasi senyap sedang berlangsung untuk “menghalau” potensi banjir besar. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) yang digelar sejak pertengahan Januari berhasil memangkas intensitas hujan hingga hampir 40 persen.
Teknologi ini bekerja dengan cara menyemai awan sebelum masuk ke wilayah pemukiman padat, memaksa hujan turun lebih awal di perairan atau area yang tidak rawan bencana.
Berdasarkan data yang dirilis BMKG, strategi intervensi cuaca ini memberikan hasil yang cukup efektif untuk melindungi warga dari ancaman cuaca ekstrem.
“Berdasarkan perhitungan sementara, sejak 16-22 Januari, hasil perbandingan antara nilai curah hujan hasil prediksi dengan aktualnya terjadi pengurangan curah hujan di wilayah Jabodetabek sebesar -39,57%,” kata Direktur Operasional Modifikasi Cuaca BMKG, Budi Harsoyo, kepada wartawan, Sabtu (24/1/2026).
Operasi yang dimulai pada 16 Januari 2026 ini awalnya hanya mengandalkan satu pesawat Casa TNI AU dan satu pesawat Cessna Caravan. Namun, seiring dengan meningkatnya ancaman cuaca, kekuatan armada udara kini dipertebal.
Memasuki fase kritis, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) memberikan dukungan penuh dengan menambah tiga armada tambahan guna mengawal langit Jakarta, Banten, hingga Jawa Barat.
“Mulai hari ini, BNPB menambah tiga armada pesawat Cessna Caravan untuk memperkuat pelaksanaan modifikasi cuaca di wilayah DKI, Banten dan Jawa Barat,” ujar Budi. “Dua ditempatkan di Halim, satu di Husein Bandung. Jadi untuk hari ini, total ada lima pesawat dari Halim dan Husein,” sambungnya.
Budi menjelaskan bahwa operasional di lapangan bersifat dinamis. Jumlah penerbangan penyemaian awan atau sortie akan terus berubah mengikuti perkembangan awan-awan pembawa hujan di radar.
“Jumlah sortie belum bisa ditentukan, menyesuaikan eskalasi ancaman dan luasan potensi daerah terdampak,” tuturnya.
Perang melawan cuaca ekstrem ini diprediksi akan berlangsung hingga akhir bulan. Komitmen daerah pun semakin kuat dengan ikut sertanya BPBD Jawa Barat dalam mendukung pembiayaan operasional di Posko Husein Sastranegara, Bandung.
“Mulai besok, BPBD Jawa Barat juga akan mengalokasikan anggaran untuk pelaksanaan OMC di Posko Husein. Rencana sampai tanggal 29 Januari, sesuai periode ancaman cuaca ekstremnya dari hasil prediksi,” imbuh Budi.
Langkah ini diharapkan mampu menjaga ritme aktivitas masyarakat agar tetap berjalan normal di bawah payung perlindungan teknologi modifikasi cuaca, setidaknya hingga periode kritis cuaca ekstrem berlalu.***
Editor : Alysa
Sumber : detik.com














