Dari Penasaran di Usia 7 Tahun Hingga Jadi Miliarder Muda, Begini Perjalanan Zach Yadegari Membangun Cal AI

0
Zach Yadegari
remaja New York Zach Yadegari.Foto : fortune.com

NARASITODAY.COM, NEW YORK – Di saat remaja seusianya baru mulai mencicipi bangku perkuliahan, Zach Yadegari sudah disibukkan dengan urusan penggajian 30 karyawan dan strategi bisnis global. Di usianya yang baru menginjak 18 tahun, remaja asal New York ini telah sukses membangun “Cal AI”, sebuah startup teknologi yang kini mencatatkan laba kotor fantastis sebesar USD 1,4 juta atau sekitar Rp 23 miliar per bulan.

Kisah sukses Zach bukan tentang keberuntungan semalam, melainkan sebuah perjalanan panjang yang dimulai dari ketekunan di depan layar komputer sejak usia dini.

Ketertarikan Zach pada dunia digital bermula saat ibunya memasukkannya ke perkemahan musim panas untuk belajar pemrograman perangkat lunak pada usia 7 tahun. Sejak saat itu, rasa penasarannya tak terbendung. Ia menghabiskan waktu menonton YouTube secara intensif dan secara proaktif mengirim pesan kepada para programmer daring untuk mencari tips.

Baca Juga :  Geng Remaja di Bogor Terlibat Tawuran, Senjata Tajam Disita dari Dua Lokasi

Prestasi pertamanya muncul saat duduk di kelas satu SMA. Zach menciptakan “Totally Science”, sebuah web game cerdas yang memungkinkan siswa melewati protokol pemblokiran internet sekolah untuk bermain game. Pada Februari 2024, ia menjual situs tersebut senilai Rp 1,68 miliar.

“Menurut saya, kewirausahaan itu sangat keren karena pada akhirnya, usia tidak terlalu menjadi masalah. Anda memang jago atau tidak jago dalam apa yang Anda lakukan, dan kemudian pasar akan menentukan hasilnya,” ujar Zach kepada CNBC Make It.

Lahirnya “Cal AI” dipicu oleh kegelisahan Zach terhadap aplikasi pelacak kalori konvensional yang dianggapnya terlalu merepotkan karena pengguna harus memasukkan data secara manual. Bersama rekannya Henry Langmack dan dua teman lainnya, Zach merancang solusi berbasis kecerdasan buatan (artificial intelligence).

Baca Juga :  Setelah Viral, Dua Pelaku Pemerkosaan Anak di Cianjur Kabur, Diduga Sembunyi di Bogor-Jakarta

Melalui Cal AI, pengguna cukup mengunggah foto makanan mereka. Dalam sekejap, aplikasi akan menghitung perkiraan total kalori dengan tingkat akurasi yang diklaim mencapai 90 persen. Inovasi ini meledak di pasar; aplikasi tersebut telah diunduh sebanyak 8,3 juta kali per Juli 2024.

Kesuksesan finansialnya pun melesat tajam. Dari pendapatan Rp 470 juta di bulan pertama, melonjak menjadi Rp 1,9 miliar di bulan berikutnya, hingga kini mencapai angka Rp 23 miliar per bulan pada September 2025.

Baca Juga :  Kerusakan Lingkungan di Hulu Ciliwung Memperparah Risiko Banjir, Pemerintah Siapkan Tindakan Hukum

Meskipun saat ini tercatat sebagai mahasiswa sekolah bisnis di Universitas Miami, Zach mengisyaratkan bahwa dunianya ada di luar ruang kelas. Ia mengaku hanya berencana menjalankan Cal AI selama dua tahun lagi sebelum menjualnya atau menyerahkan kendali kepada CEO lain agar ia bisa memulai petualangan baru di bidang AI.

Bagi Zach, teknologi bukan sekadar alat untuk meraup keuntungan, melainkan medium untuk meninggalkan jejak bagi peradaban.

“Idealnya, (apa yang saya lakukan) ini benar-benar membentuk masa depan dan merupakan bagian dari warisan saya,” pungkas Zach mantap.***

Editor : Alysa

Sumber : detik.com