Jembatan Alternatif Puncak Bogor Hancur, Kendaraan Harus Melintasi Jalur Baru Saat Libur Natal dan Tahun Baru

0
Alternatif
Jembatan putus di Jalan Alternatif Katulampa-Puncak akibat longsor, mengganggu akses wisatawan ke Puncak jelang Natal dan Tahun Baru 2026.Foto : bogortoday.com/Rifki Ramadhan.

NARASITODAY.COM, BOGOR – Jembatan di Jalan Alternatif Katulampa-Puncak, Desa Pasir Angin, Kecamatan Megamendung, Kabupaten Bogor, Jawa Barat putus akibat longsor. Kejadian ini mengganggu akses wisatawan yang hendak merayakan Natal dan Tahun Baru 2026 di kawasan Puncak.

Warga setempat Sutarman (73) menuturkan, jembatan tersebut putus, Senin (22/12/2025) malam setelah hujan deras mengguyur wilayah itu.

Baca Juga :  Gempa Sepanjang 2025 Guncang Indonesia Hingga Lebih dari 43 Ribu Kali

“Malam Senin kalau tidak salah,” katanya, Kamis (25/12/2025).

Menurut Sutarman, jembatan yang dibangun secara swadaya oleh masyarakat itu sering menjadi jalur alternatif wisatawan menuju Puncak. Putusnya jembatan disebabkan fondasi terkikis air banjir yang memicu longsor.

“Kena air, kekikis, jadi fondasinya itu jebol,” tuturnya.

Dampak putusnya jembatan, perjalanan wisatawan menuju Puncak terganggu. Kendaraan harus bergantian melewati jembatan tersebut. Meski demikian, kendaraan roda empat masih dapat menggunakan jalur alternatif lain menuju Gunung Geulis, Gadog, atau Megamendung.

Baca Juga :  Melalui Rapat Paripurna, Bupati Bogor dan DPRD Tetapkan Perubahan Propemperda 2025 dan Rekomendasi LKPJ 2024

Menanggapi kejadian ini, Kepala Bidang Pemeliharaan Jalan dan Jembatan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Bogor, Ujang Supardi, menyatakan pihaknya telah mengirimkan sejumlah peralatan untuk membangun jembatan sementara.

Baca Juga :  Anggota PPS di Jasinga Meninggal Dunia Saat Bertugas, Diduga Karena Sakit

“Alat berat dan box sudah ada, lantainya juga sudah dipasang itu,” jelasnya.

Ujang menambahkan, pembangunan jembatan permanen tidak dipilih karena membutuhkan waktu lama, sementara masyarakat memerlukan akses untuk berlibur saat Nataru.

“Pakai box cover, kalau jembatan permanen lama, bisa sampai empat bulan. Orang kan mau tahun baruan,” ujarnya.***

Editor : Alysa

Wartawan : Rifki Ramadhan

Sumber : Bogortoday.com