NARASITODAY.COM, LOS ANGELES – Tahun 2025 menjadi momen emosional yang ganda bagi bintang pop dunia, Nick Jonas. Di saat jutaan penggemar merayakan 20 tahun karier bermusiknya bersama Jonas Brothers, Nick secara sunyi juga merayakan 20 tahun keberhasilannya bertahan hidup sebagai penyintas diabetes tipe 1 sejak didiagnosis pada usia remaja.
Di balik aksi panggungnya yang enerjik, suami dari Priyanka Chopra ini ternyata baru saja mencapai pencapaian medis terbesar dalam hidupnya. Nick mengumumkan bahwa ia berhasil meraih skor A1C terbaik sebuah indikator rata-rata kadar gula darah jangka panjang sepanjang sejarah kesehatannya.
Dalam wawancara terbaru dengan Healthline, Nick mengenang betapa sulitnya masa awal ia didiagnosis. Dulu, ia harus menyuntikkan insulin secara manual lima kali sehari dan berulang kali menusuk jari untuk mengecek kadar gula darah. Kini, wajah perjuangan itu telah berubah seiring kemajuan teknologi.
Nick kini mengandalkan sensor glukosa canggih yang mengirimkan data secara real-time ke ponsel dan jam tangan pintarnya. Inovasi ini memungkinkannya memantau kondisi tubuh bahkan saat sedang beraksi di bawah lampu sorot panggung.
“Fakta bahwa data glukosa saya bisa dibagikan langsung ke istri atau anggota keluarga saat saya sedang tur adalah hal yang luar biasa. Ini memberikan rasa tenang,” ungkap Nick Jonas.
Meski teknologi sangat membantu, Nick menekankan bahwa kedisiplinan gaya hidup tetap menjadi kunci utama. Di tengah jadwal syuting film dan konser yang padat, ia memiliki dua senjata sederhana: hidrasi dan aktivitas fisik ringan.
Ia menyadari bahwa menjaga asupan cairan tubuh memiliki korelasi langsung dengan kestabilan glukosanya.
“Mungkin terdengar sepele, tapi minum banyak air sangat bermanfaat bagi kadar gula darah saya,” jelasnya.
Selain itu, ia mewajibkan dirinya untuk berjalan kaki minimal 30 menit setiap hari. Bagi Nick, aktivitas sederhana ini bukan sekadar menjaga fisik, melainkan juga menjaga keseimbangan emosionalnya agar tidak stres, yang seringkali menjadi pemicu fluktuasi gula darah.
Pelajaran terpenting yang dipetik Nick selama dua dekade terakhir adalah menerima kenyataan bahwa tidak ada hari yang benar-benar sempurna dalam mengelola diabetes. Ia mengingatkan para penyintas lainnya untuk tidak terlalu keras menghakimi diri sendiri saat kondisi tubuh menurun.
Melalui perjalanannya, Nick ingin mengubah stigma bahwa diabetes adalah penghalang untuk meraih mimpi besar di industri hiburan global.
“Akan ada hari yang sulit, tapi kamu bisa mendaki gunung ini. Jangan merasa sendirian, karena komunitas diabetes di luar sana sangat luar biasa dan saling menguatkan,” pungkasnya dengan nada optimis.***
Editor : Alysa
Sumber : detik.com














