NARASITODAY.COM, JAKARTA – Banyak orang merasa sudah tidur cukup lama, bahkan hingga delapan atau sembilan jam, tetapi tetap bangun dengan tubuh terasa lelah dan kurang bertenaga. Kondisi ini kerap menimbulkan kebingungan, karena durasi tidur yang dijalani sebenarnya sudah sesuai dengan anjuran umum.
Certified Sleep & Recovery Coach, Vishal Dasani, menjelaskan bahwa tidur berkualitas tidak hanya ditentukan oleh lamanya waktu tidur. Setiap individu memiliki kebutuhan tidur yang berbeda-beda. Secara umum, orang dewasa membutuhkan sekitar tujuh hingga sembilan jam tidur per malam, namun tidak semua orang merasa segar dengan durasi yang sama.
Menurut Vishal, kualitas tidur tetap membutuhkan kuantitas yang cukup. Tidur singkat, meski terasa pulas, belum tentu mampu memberikan efek pemulihan yang optimal bagi tubuh. Namun di sisi lain, tidur lama juga tidak menjamin seseorang akan bangun dengan kondisi segar.
Ia menyebutkan ada tiga aspek penting dalam menilai kualitas tidur. Pertama, durasi tidur yang mencukupi sesuai kebutuhan masing-masing individu. Kedua, tidur yang cukup pulas, meski terbangun sesekali di malam hari masih tergolong normal selama tidak terlalu sering dan mudah kembali terlelap. Ketiga, sifat restoratif dari tidur itu sendiri, yaitu kondisi bangun pagi yang terasa segar, suasana hati stabil, serta energi yang bertahan sepanjang hari.
Jika salah satu dari aspek tersebut tidak terpenuhi, tubuh bisa saja merasa kurang pulih meski waktu tidur sudah panjang. Karena itu, memahami pola tidur pribadi dan memperhatikan kualitas istirahat menjadi langkah penting untuk menjaga kesehatan dan produktivitas sehari-hari. (MG3)
Editor : Mutiara
Sumber : detikHealth














