Seskab Teddy Indra Wijaya Gelar Rapat Khusus Bareng Menteri dan Pejabat BUMN di Malam Hari

0
Teddy Indra
Lampu Sekretariat Kabinet menyala hingga malam saat Seskab Teddy Indra Wijaya memimpin rapat bersama menteri dan pimpinan BUMN Karya, memastikan pembangunan hunian bagi korban bencana di Sumatra rampung dalam dua pekan demi memberi kepastian dan tempat berteduh bagi para penyintas.Foto : Tangkap Layar sekretariat.kabinet

NARASITODAY.COM, JAKARTA – Ibu kota mulai mereda pada Kamis (8/1/2026) malam, lampu-lampu di kantor Sekretariat Kabinet masih menyala terang. Di dalam ruangan, Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya memimpin rapat krusial bersama sejumlah menteri dan para pimpinan BUMN Karya untuk memastikan satu hal: para korban bencana di Sumatra tidak boleh lebih lama lagi menunggu tempat berteduh.

Rapat koordinasi ini dihadiri oleh Menteri PU Dody Hanggodo, Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman Maruarar Sirait, serta Kepala Badan Pengaturan BUMN Dony Oskaria. Tak ketinggalan, para Direktur Utama dari raksasa konstruksi seperti Waskita Karya, Adhi Karya, Wijaya Karya, Hutama Karya, dan Pembangunan Perumahan (PP) turut hadir untuk memastikan teknis pembangunan di lapangan.

Baca Juga :  Bupati Bogor dan Menteri PKP Perkuat Komitmen Hadirkan Kredit Perumahan bagi Warga

Pemerintah mematok target yang ambisius namun nyata. Dalam kurun waktu dua minggu ke depan, deretan rumah baru dijadwalkan sudah berdiri kokoh di sejumlah titik terdampak bencana.

“Dalam dua pekan ke depan, rumah hunian di Aceh Utara, Aceh Pidie, Tapanuli Selatan, Tanah Datar, Padang Pariaman, dan Agam akan jadi dan siap digunakan,” tulis keterangan resmi akun Instagram Sekretariat Kabinet, Kamis malam.

Baca Juga :  Bus Pariwisata Asal Bogor Terlibat Kecelakaan di Tol Malang, Dilaporkan Empat Orang Tewas

Langkah ini dilakukan beriringan dengan upaya Kementerian PU yang tengah memacu pembangunan hunian di Aceh dengan target rampung awal Februari. Sambil membangun rumah, alat-alat berat tetap bekerja di lapangan untuk memulihkan fasilitas umum mulai dari akses jalan, rumah sakit, hingga pasokan air bersih.

Di balik percepatan konstruksi ini, pemerintah mengeklaim tetap mengedepankan pendekatan humanis. Koordinasi dengan para Bupati dan Wali Kota terus dilakukan guna memastikan pembangunan sesuai dengan keinginan warga yang memiliki kebutuhan berbeda-beda.

Baca Juga :  Tol Jagorawi Kembali Rawan Kecelakaan Dini Hari

Tantangan di lapangan bukan sekadar membangun fisik bangunan, melainkan mengakomodasi pilihan hidup para penyintas yang beragam.

“Ada yang ingin disiapkan hunian, ada yang ingin memperbaiki sendiri, ada yang ingin pindah daerah mengikuti keluarganya yang lain dan sebagainya. Pemerintah secepat mungkin membangun hunian, untuk kemudian para bupati memobilisasi warga yang menempatinya,” tulis keterangan tersebut.

Kini, bola panas berada di tangan perusahaan-perusahaan BUMN Karya untuk mewujudkan janji tersebut dalam waktu singkat, demi memberikan kepastian bagi warga Sumatra yang kehilangan tempat tinggal mereka.***

Editor : Alysa

Sumber : cnbcindonesia.com