Longsoran Gunung Sampah di Cebu, Puluhan Pekerja Hilang

0
Cebu
Operasi pencarian terus dilakukan di TPA Desa Binaliw, Kota Cebu, Filipina, setelah longsoran gunungan sampah menimbun fasilitas pengelolaan sampah dan para pekerja di dalamnya.Foto : AP Photo

NARASITODAY.COM, CEBU CITY – Operasi pencarian besar-besaran terus dilakukan di sebuah tempat pembuangan akhir di Desa Binaliw, Kota Cebu, setelah longsorangunungsampah dan material puing menimbun bangunan rendah serta para pekerja di dalamnya. Peristiwa ini menewaskan sedikitnya dua orang, melukai belasan lainnya, dan membuat puluhan orang belum ditemukan.

Pejabat setempat menyebut longsoran terjadi secara tiba-tiba, menimbun fasilitas pengelolaan sampah yang mempekerjakan lebih dari 100 orang. Hingga Sabtu pagi, tim penyelamat berhasil mengevakuasi 13 orang hidup-hidup, namun satu di antaranya meninggal dunia saat perjalanan menuju rumah sakit. Jenazah lain ditemukan beberapa jam kemudian.

Baca Juga :  Golkar Lampung Gelar Diklat Kader Muda Gelombang I Susulan

Direktur Kepolisian Regional Brigjen Roderick Maranan mengatakan kepada Associated Press, “Sementara yang lainnya selamat dengan luka-luka dan telah dirawat di rumah sakit.”

Wali Kota Cebu, Nestor Archival, mengonfirmasi bahwa salah satu korban tewas adalah seorang insinyur berusia 25 tahun. “Jenazahnya berhasil dievakuasi pada Jumat sore,” ujarnya.

Salah seorang penyintas, Jaylord Antigua (31), pegawai kantor di fasilitas tersebut, menceritakan bagaimana longsoran terjadi begitu cepat tanpa peringatan. “Saya melihat sebuah cahaya dan merangkak ke arah sana secepat mungkin, karena saya takut akan ada longsoran susulan. Itu traumatis. Saya takut itu adalah akhir hidup saya, jadi ini adalah kehidupan kedua bagi saya,” katanya dengan wajah penuh luka memar.

Baca Juga :  Pahami! 5 Perilaku yang Harus Dihindari Saat Berkunjung ke Ranu Kumbolo

Pemerintah Kota Cebu menegaskan operasi pencarian akan terus dilakukan tanpa batas waktu. “Seluruh tim respons tetap terlibat penuh dalam upaya pencarian dan evakuasi untuk menemukan para korban yang masih hilang dengan kepatuhan ketat terhadap protokol keselamatan,” kata Archival dalam pernyataan di Facebook.

Ia menambahkan, “Pemerintah kota menjamin kepada publik dan keluarga para korban bahwa semua langkah yang diperlukan sedang diambil untuk memastikan keselamatan, transparansi, akuntabilitas, dan bantuan yang penuh empati.”

Foto-foto dari lokasi menunjukkan penyelamat menggunakan alat berat untuk menyisir bangunan yang hancur, dengan atap seng terpelintir dan rangka besi bengkok. Di sekitar lokasi, kerabat korban menunggu dengan cemas. Seorang perempuan terlihat menangis sambil memohon agar pencarian dipercepat.

Baca Juga :  Menteri Lingkungan Hidup Kunjungi PT Antam Pongkor, Tanam Ribuan Pohon dan Bahas Masa Depan Tambang

Maranan menjelaskan salah satu bangunan yang tertimpa longsoran adalah gudang tempat pekerja memilah sampah daur ulang. Tempat pembuangan sampah terbuka telah lama menjadi sumber kekhawatiran di Filipina, terutama di kawasan miskin di mana warga kerap mengais barang bekas dan sisa makanan.

Tragedi ini mengingatkan pada peristiwa Juli 2000 di Kota Quezon, Manila, ketika gunungan sampah runtuh setelah hujan deras, memicu kebakaran dan menewaskan lebih dari 200 orang.***

Editor : Alysa

Sumber : cnbcindonesia.com