Trump Ulangi Niat Kuasai Greenland, Denmark dan Eropa Tersentak

0
Teheran
Ilustrasi bendera swiss. Foto : Istock

NARASITODAY.COM, GREENLANDGelombang penolakan muncul dari partai-partai politik Greenland setelah Presiden Amerika Serikat Donald Trump kembali menyarankan penggunaan kekuatan untuk merebut wilayah otonom Denmark yang kaya mineral tersebut.

Pernyataan keras itu disampaikan pada Jumat malam, ketika Trump menegaskan bahwa Washington akan melakukan sesuatu di Greenland, “suka atau tidak suka.”

“Kami tidak ingin menjadi orang Amerika, kami tidak ingin menjadi orang Denmark, kami ingin menjadi orang Greenland,” kata para pemimpin dari lima partai di parlemen Greenland.

“Masa depan Greenland harus ditentukan oleh orang Greenland.”

Denmark bersama sekutu Eropa menyatakan keterkejutan atas ancaman Trump. Greenland sendiri sudah menjadi lokasi pangkalan militer Amerika Serikat, namun rencana pengambilalihan dianggap mengganggu stabilitas kawasan.

Baca Juga :  Hujan Deras dan Angin Kencang Mengintai, BMKG Ingatkan Warga Jawa Barat

Perdana Menteri Denmark Mette Frederiksen memperingatkan bahwa invasi ke Greenland akan berimplikasi besar.

“Invasi ke Greenland akan mengakhiri semuanya, yang berarti pakta pertahanan NATO transatlantik dan struktur keamanan pasca-Perang Dunia II,” ujarnya.

Trump menilai penguasaan Greenland penting bagi keamanan nasional AS, terutama menghadapi meningkatnya aktivitas militer Rusia dan China di Arktik.

“Kita tidak akan membiarkan Rusia atau China menduduki Greenland. Itulah yang akan mereka lakukan jika kita tidak melakukannya. Jadi kita akan melakukan sesuatu dengan Greenland, entah dengan cara yang baik atau cara yang lebih sulit,” kata Trump.

Baca Juga :  Kota Tua Islam yang Menyimpan Sejarah Menakjubkan: 5 Destinasi yang Wajib Dikunjungi

Meski Rusia dan China memperluas aktivitas militer di kawasan, keduanya tidak pernah mengklaim pulau es luas tersebut.

Trump juga meremehkan kekhawatiran Denmark, meski menyebut hubungan kedua negara tetap baik.

“Saya juga penggemar Denmark, harus saya akui. Dan Anda tahu, mereka sangat baik kepada saya. Tetapi Anda tahu, fakta bahwa mereka pernah mendarat di sana 500 tahun yang lalu tidak berarti bahwa mereka memiliki tanah itu,” kata Trump.

Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio dijadwalkan bertemu pekan depan dengan Menlu Denmark dan perwakilan Greenland untuk membahas ketegangan ini.

Baca Juga :  Tindak Lanjut Kerjasama Dengan Perumda Tirta Pakuan, PT Pal Jaya Abadi Serahkan CSR Bio Tangki Septic

Bagi masyarakat Greenland, ancaman pengambilalihan bukan sekadar isu geopolitik, melainkan soal identitas. Pulau yang kaya mineral dan strategis di Arktik ini telah lama berada di bawah kedaulatan Denmark, namun aspirasi untuk menentukan masa depan sendiri semakin kuat.

Pernyataan “Kami ingin menjadi orang Greenland” mencerminkan semangat nasionalisme yang tumbuh di tengah tekanan geopolitik global. Di balik perebutan pengaruh antara Washington, Moskow, dan Beijing, warga Greenland menegaskan bahwa hak menentukan nasib sendiri tidak bisa ditawar.***

Editor : Alysa

Sumber : Berbagai Sumber