NARASITODAY.COM, JAKARTA – Jambu biji dikenal sebagai buah tropis yang segar dan kaya nutrisi. Namun, cara mengonsumsinya masih sering menimbulkan perdebatan, terutama soal apakah kulitnya sebaiknya ikut dimakan atau justru dibuang.
Menurut ahli gizi, jambu biji sebenarnya aman dikonsumsi dengan kulit, selama buah dicuci bersih terlebih dahulu. Kulit jambu mengandung berbagai zat gizi penting seperti vitamin C, kalium, zinc, serta antioksidan yang berperan dalam menjaga daya tahan tubuh dan kesehatan kulit. Bahkan, kandungan antioksidan pada jambu cenderung lebih tinggi jika dimakan secara utuh.
Meski demikian, tidak semua orang disarankan mengonsumsi jambu biji beserta kulitnya. Bagi penderita diabetes atau kolesterol tinggi, konsumsi jambu dengan kulit sebaiknya dibatasi karena dapat memengaruhi kadar gula darah dan profil lipid tubuh. Dalam kondisi tersebut, mengonsumsi jambu tanpa kulit dinilai lebih aman.
Terlepas dari cara konsumsinya, jambu biji tetap memberikan banyak manfaat bagi kesehatan. Kandungan seratnya membantu melancarkan pencernaan, sementara vitamin C yang tinggi berperan penting dalam menjaga sistem imun. Selain itu, mineral seperti kalium dan magnesium pada jambu biji juga mendukung kesehatan jantung dan kestabilan tekanan darah.
Pada akhirnya, pilihan makan jambu biji dengan atau tanpa kulit bisa disesuaikan dengan kondisi kesehatan masing-masing. Yang terpenting, buah dikonsumsi dalam keadaan bersih dan menjadi bagian dari pola makan seimbang. (MG3)
Editor : Mutiara
Sumber : detikfood














