Empat Buah Tanpa Biji yang Sering Dikonsumsi, Ini Penjelasan Ilmiahnya

0
foto : freepik

NARASITODAY.COM, JAKARTA – Buah tanpa biji kerap menjadi pilihan banyak orang karena lebih praktis dan mudah dikonsumsi. Mulai dari pisang hingga anggur, jenis buah ini sering hadir di meja makan sehari-hari. Meski terlihat unik, buah tanpa biji bukanlah keajaiban alam, melainkan hasil dari proses biologis tertentu yang telah lama dikenal dalam dunia pertanian.

Fenomena buah tanpa biji berkaitan dengan proses yang disebut partenokarpi, yakni kondisi ketika tanaman menghasilkan buah tanpa melalui proses pembuahan. Proses ini bisa terjadi secara alami maupun melalui teknik budidaya modern. Berikut beberapa buah tanpa biji yang umum ditemui beserta penjelasan ilmiahnya.

Baca Juga :  Penemuan Kerangka Manusia di Desa Nambo Gegerkan Warga

1. Pisang
Pisang yang banyak dijual di pasaran umumnya tidak memiliki biji keras. Hal ini terjadi karena pisang hasil budidaya termasuk tanaman triploid, yang tidak mampu berkembang biak melalui biji. Meski begitu, pisang liar seperti pisang batu masih memiliki biji berukuran besar dan keras, meski jarang dikonsumsi langsung.

2. Nanas
Nanas terbentuk dari gabungan banyak bunga yang menyatu menjadi satu buah. Dalam perkebunan modern, tanaman nanas dijauhkan dari proses penyerbukan, sehingga buah berkembang tanpa biji melalui partenokarpi alami. Meski sebenarnya biji bisa terbentuk, ukurannya sangat kecil dan biasanya gugur saat bunga mekar.

Baca Juga :  Warga Kalong 1 Sambut Rombongan HJB ke-544 dengan Pajangan Pohon Pisang

3. Anggur Thompson Seedless
Anggur Thompson dikenal sebagai varietas anggur tanpa biji yang populer. Buah ini menggunakan mekanisme stenospermokarpi, yaitu proses di mana pembuahan terjadi, tetapi biji tidak berkembang sempurna. Kandungan gulanya yang tinggi membuat anggur ini cepat matang dan sering dimanfaatkan sebagai bahan kismis.

Baca Juga :  Nikmati Berbuka Puasa yang Lebih Istimewa dengan Smoothies Kurma Pisang Choco yang Penuh Nutrisi

4. Kesemek
Kesemek juga termasuk buah yang umumnya tidak memiliki biji akibat mutasi genetik alami. Jika pun ada, jumlah bijinya sangat sedikit. Dalam praktik budidaya, kesemek lebih sering dikembangbiakkan secara vegetatif dibandingkan melalui biji.

Kehadiran buah-buahan tanpa biji menunjukkan perkembangan teknologi pertanian yang semakin maju. Selain memudahkan konsumsi, buah tanpa biji tetap mempertahankan nilai gizi dan cita rasa yang tidak kalah dari buah berbiji. (MG3) 

 

Editor : Mutiara

Sumber : detikHealth