NARASITODAY.COM, JAKARTA – Buat banyak orang, kopi sudah jadi teman setia untuk memulai hari. Aromanya, rasanya, sampai efek melek yang cepat sering kali bikin secangkir kopi terasa “wajib”. Tapi kenyataannya, nggak semua tubuh cocok dengan dorongan energi dari kafein kopi.
Sebagian orang justru merasakan efek sebaliknya: jantung berdebar, tangan gemetar, perut nggak nyaman, hingga rasa cemas yang datang tiba-tiba setelah ngopi. Kalau kamu sering mengalaminya, mungkin sudah waktunya melirik alternatif lain yang lebih bersahabat, salah satunya matcha.
Belakangan ini, matcha makin populer sebagai minuman pengganti kopi. Selain tetap mengandung kafein, matcha dikenal memberi efek yang lebih stabil dan “kalem”. Beberapa orang menyebutnya sebagai energi yang datang perlahan, tanpa sensasi tersengat seperti setelah minum espresso.
Salah satu alasannya ada pada kandungan L-theanine, asam amino alami yang terdapat dalam matcha. Senyawa ini dikenal dapat membantu tubuh lebih rileks tanpa membuat mengantuk. Dalam sebuah studi yang dikutip dari Verywell Health, konsumsi matcha secara rutin selama dua minggu pada orang dewasa sehat dikaitkan dengan penurunan tingkat kecemasan.
L-theanine juga bekerja dengan cara menyeimbangkan efek kafein. Alih-alih memicu lonjakan adrenalin, kombinasi kafein dan L-theanine dalam matcha membantu menciptakan kondisi waspada yang lebih tenang. Banyak ahli menyebut efek ini sebagai calm alertness—tetap fokus, tapi tanpa rasa gelisah.
Meski begitu, matcha tetap perlu dikonsumsi dengan bijak. Takaran yang pas dan cara penyajian yang tepat berpengaruh pada manfaat yang dirasakan. Matcha berkualitas tinggi yang diseduh dengan suhu air yang tidak terlalu panas bisa membantu menjaga kandungan nutrisinya tetap optimal.
Pada akhirnya, pilihan minuman pagi kembali ke kebutuhan dan respons tubuh masing-masing. Jika kopi terasa terlalu “keras”, matcha bisa jadi opsi yang lebih lembut untuk menjaga fokus sekaligus ketenangan sepanjang hari. (MG3)
Editor : Mutiara
Sumber : detikHealth














