Asap Oranye di PT Vopak Cilegon, 56 Warga Mengeluh Sesak Nafas

0
Cilegon
Kepulan Asap Oranye dari PT Vopak Cilegon Diduga Reaksi Asam Nitrat. Foto : Ist

NARASITODAY.COM, CILEGON – Langit di sekitar kawasan industri Cilegon mendadak berubah mencekam pada Sabtu (31/1/2026) siang. Kepulan asap pekat berwarna oranye terang membubung tinggi dari area PT Vopak Indonesia, memicu kepanikan warga Lingkungan Kalibaru yang bermukim tak jauh dari lokasi kejadian.

Bukan sekadar polusi visual, asap berwarna mencolok tersebut teridentifikasi sebagai hasil reaksi kimia dari asam nitrat (HNO 3), cairan korosif beracun yang jika terpapar kulit dapat menyebabkan luka bakar parah.

Kepolisian Resor Cilegon bergerak cepat menyelidiki sumber asap tersebut. Berdasarkan hasil investigasi awal, fenomena ini terjadi saat proses pembersihan pipa dilakukan. Cairan asam nitrat didorong menggunakan gas nitrogen menuju scrubber, namun justru bercampur dengan base oil atau minyak pelumas.

Baca Juga :  Krisis Polusi di Teheran Meningkat, Kabut Asap Tebal Timbulkan Bahaya Serius

Kapolres Cilegon, AKBP Martua Raja Taripar Laut Silitonga, mengklarifikasi bahwa insiden ini bukanlah sebuah kebocoran sistem, melainkan dampak dari proses reaksi kimia yang terjadi saat pengawasan sedang kosong.

“Petugas yang mengawasi proses sedang istirahat dan salat. Setelah itu petugas kembali, di mana kempu (tangki penyimpanan) agak sedikit menggembung permukaannya dan selanjutnya dibuka tutupnya, baru keluar gas bercampur asap yang berwarna oranye,” jelas Martua dalam keterangan tertulisnya, dikutip Minggu (1/2/2026).

56 Warga Tumbang dengan Keluhan Serupa

Dampak dari asap “jingga” ini langsung dirasakan oleh warga Kelurahan Gerem, Kecamatan Grogol. Setidaknya 56 orang dilarikan ke puskesmas terdekat karena mengalami sesak napas akut, mual, hingga muntah-muntah sesaat setelah kepulan asap menyebar terbawa angin pada pukul 14.00 WIB.

Baca Juga :  Gubernur Jabar Ridwan Kamil Berharap Pemimpin Baru Lanjutkan Prestasi dan Inovasi

Kepala Puskesmas Pulomerak, Novita Ginting, merinci bahwa mayoritas warga yang terdampak adalah perempuan dan anak-anak.

“Mereka mengeluh pusing, mual, sesak nafas. Kami tangani sesuai gejala, namun belum bisa dipastikan itu karena asap (dari PT Vopak) atau bukan,” ujar Novita. Meski belum ada pernyataan medis resmi, seluruh korban menunjukkan gejala yang identik dengan keracunan gas kimia.

Novita juga mengimbau warga tetap waspada dan segera mencari bantuan medis. “Untuk saat ini masyarakat dihimbau memakai masker dan berobat ke Puskesmas Pulomerak atau Grogol, jika merasakan gejala-gejala pusing, mual atau sesak nafas,” tambahnya.

Baca Juga :  Kekerasan Meluas, Lima Warga Gaza Tewas Termasuk Bayi di Tengah Risiko Keruntuhan Gencatan Senjata

Pantauan Udara dan Dampak Lingkungan

Hingga saat ini, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Cilegon telah memasang empat alat pemantau udara di titik strategis untuk mengukur tingkat toksisitas di sekitar pabrik dan pemukiman warga. Hasil laboratorium tersebut diharapkan keluar hari ini untuk menentukan langkah mitigasi selanjutnya.

Insiden ini kembali menyoroti pentingnya prosedur keselamatan ketat di “Kota Baja”, mengingat asam nitrat merupakan bahan baku krusial namun berbahaya yang lazim digunakan dalam industri pupuk, bahan peledak, hingga pelarut logam.***

Editor : Alysa

Sumber : cnnindonesia.com