Perempuan Iran Kini Resmi Diizinkan Menunggangi Sepeda Motor

0
sepeda motor.
Ilustrasi Perempuan Iran. Foto : Istock

NARASITODAY.COM, TEHERAN – Kemacetan kota Teheran yang biasanya didominasi oleh kaum pria, sebuah pemandangan baru akan segera menjadi legalitas yang sah. Setelah puluhan tahun terbelenggu oleh aturan tak tertulis yang membatasi ruang gerak mereka, perempuan Iran kini akhirnya diizinkan untuk mengantongi Surat Izin Mengemudi (SIM) sepeda motor.

Keputusan bersejarah ini dikukuhkan setelah Wakil Presiden Pertama Iran, Mohammad Reza Aref, meneken resolusi resmi pada Selasa (3/2/2026). Langkah ini menjadi simbol runtuhnya salah satu tembok pembatas gender yang paling mencolok di negara tersebut.

Media lokal Iran, Ilna, melaporkan bahwa resolusi tersebut memerintahkan kepolisian untuk segera memfasilitasi kebutuhan para perempuan yang ingin turun ke jalan dengan roda dua.

Baca Juga :  Putusan MK Patahkan Isu Kotak Kosong, Kang AW : Lawan Politisi yang Anti Demokrasi

“Polisi harus menyediakan pelatihan bagi pelamar perempuan yang ingin mendapatkan SIM,” demikian bunyi poin utama resolusi yang diteken Mohammad Reza Aref.

Langkah ini tidak lahir di ruang hampa. Keputusan pemerintah Iran merupakan respons atas tekanan sosial yang luar biasa dahsyat. Sejak meletusnya demonstrasi berdarah pada 2022 yang dipicu oleh kematian Mahsa Amini dalam tahanan polisi moral gelombang tuntutan perubahan tidak pernah benar-benar padam.

Meski demonstrasi awalnya dipicu oleh aturan berpakaian dan krisis ekonomi, isu hak-hak dasar perempuan, termasuk hak berkendara, menjadi api yang membakar semangat perubahan rezim. Selama ini, meski tidak ada undang-undang yang secara gamblang melarang perempuan mengendarai motor, otoritas selalu menggunakan “kekuasaan administratif” untuk menolak penerbitan SIM bagi mereka.

Baca Juga :  Aksi Heroik Pemilik Motor di Jasinga Berujung Duel Sengit Dengan Pelaku Curanmor

Sentuhan perlawanan sebenarnya sudah terlihat di jalan-jalan Teheran jauh sebelum regulasi ini turun. Banyak perempuan Iran mulai berani mengendarai motor sebagai bentuk pembangkangan sipil, menentang aturan berpakaian ketat dan pembatasan mobilitas yang dianggap sudah tidak relevan.

Bagi banyak warga, kebijakan ini adalah upaya pemerintah untuk meredam ketidakpuasan publik yang kian meluas. Kabinet Iran sebenarnya sudah menyetujui prinsip izin ini sejak akhir Januari lalu, namun baru minggu ini instruksi teknis kepada kepolisian resmi diberlakukan.

Baca Juga :  Muffin Tradisional Iran! Resep Cake Yazdi yang Harum dan Lembut, Cocok Untuk Teman Teh

Kini, suara deru mesin motor di jalanan Iran bukan lagi sekadar alat transportasi, melainkan simbol kebebasan baru bagi kaum perempuan yang selama ini “dipaksa” duduk di kursi belakang. Polisi kini dituntut untuk tidak hanya sekadar merilis kartu identitas, tetapi juga menjamin keamanan tes berkendara bagi para pemotor perempuan pertama di negara itu.***

Editor : Alysa

Sumber : cnnindonesia.com