Badan Bahasa Perkuat Layanan UKBI Adaptif, Direspons Tingginya Pengguna Nasional dan Global

0
Badan Bahasa
Foto : Ist

NARASITODAY.COM, JAKARTA- Bahasa Indonesia kian menguat posisinya di tingkat internasional seiring meningkatnya pemanfaatan Uji Kemahiran Berbahasa Indonesia (UKBI) Adaptif.

Untuk merespons lonjakan pengguna tersebut, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) melalui Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa (Badan Bahasa) menggelar Rapat Koordinasi Pemutakhiran Aplikasi UKBI Adaptif di Aula Sasadu, Gedung M. Tabrani, Jakarta.

Forum lintas sektoral ini membahas penguatan tata kelola, sistem, dan infrastruktur UKBI Adaptif agar layanan semakin andal, inklusif, dan berkelanjutan.

Upaya tersebut dilakukan menyusul meningkatnya pemanfaatan UKBI Adaptif, tidak hanya untuk kebutuhan pendidikan, tetapi juga sertifikasi profesi, persyaratan administrasi, dan penguatan kompetensi kebahasaan di berbagai sektor.

Baca Juga :  Proyek Irigasi di Nanggung Dinilai Mubazir, Bendungan Utama Sudah Lama Jebol

Berdasarkan data Badan Bahasa, sepanjang periode 2021 hingga 2025, sebanyak 1.300.645 orang telah mengikuti UKBI Adaptif.

Dari jumlah tersebut, 718 peserta merupakan warga negara asing yang berasal dari 75 negara, menunjukkan pengakuan internasional terhadap UKBI sebagai instrumen pengukuran kemahiran berbahasa Indonesia.

Kepala Badan Bahasa, Hafidz Muksin, menyatakan bahwa UKBI Adaptif telah berkembang menjadi layanan publik strategis yang merepresentasikan wajah bahasa Indonesia di tingkat nasional dan global.

Baca Juga :  Deep Learning Jadi Metode Baru, Mendikdasmen Tekankan Pentingnya Pelatihan Guru

“Jumlah peserta yang terus meningkat menjadi indikator tingginya kebutuhan masyarakat terhadap layanan UKBI. Hal ini sekaligus menjadi tantangan untuk memastikan layanan tetap andal, cepat, dan mudah diakses,” ujar Hafidz.

Ia menambahkan, tingginya trafik pengguna, khususnya saat akses dilakukan secara serentak, menuntut penguatan sistem dan infrastruktur agar kualitas layanan tetap terjaga.

Dari sisi kebijakan keuangan, perwakilan Direktorat Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) Kementerian Keuangan menilai UKBI Adaptif memiliki potensi besar sebagai sumber PNBP sekaligus penopang keberlanjutan layanan.

Sementara itu, Kementerian Komunikasi dan Digital menyatakan kesiapan Pusat Data Nasional (PDN) dalam mendukung kebutuhan server UKBI Adaptif agar layanan tetap optimal saat diakses secara massal.

Baca Juga :  Kemendikdasmen Tekankan Pentingnya Kejuaraan Pencak Silat Piala Presiden 2026 sebagai Wadah Pembinaan Atlet Muda

Sebagai tindak lanjut, Kemendikdasmen bersama mitra terkait akan memperkuat integrasi sistem, meningkatkan performa aplikasi, serta menjaga stabilitas layanan UKBI Adaptif.

Kerja sama juga mencakup pemberian layanan UKBI gratis bagi pejabat dan pegawai Kementerian Keuangan serta Kementerian Komunikasi dan Digital sebagai mitra strategis.

Penguatan layanan ini diharapkan semakin memperkokoh peran bahasa Indonesia sebagai bahasa negara yang memiliki daya saing di tingkat global.

Wartawan : Andreas