NARASITODAY.COM, JAKARTA – Sidang isbat merupakan forum resmi yang digelar pemerintah melalui Kementerian Agama untuk menetapkan awal bulan Hijriah, terutama Ramadan, Syawal, dan Zulhijjah. Sidang ini biasanya dilaksanakan pada akhir bulan Syaban, sehari sebelum perkira
Secara bahasa, kata isbat berasal dari bahasa Arab yang berarti penetapan. Sesuai namanya, sidang isbat berfungsi untuk menetapkan secara resmi awal bulan dalam kalender Hijriah yang berkaitan langsung dengan waktu ibadah umat Islam.
Dalam pelaksanaannya, sidang isbat dipimpin langsung oleh Menteri Agama RI dan dihadiri berbagai pihak. Mulai dari perwakilan organisasi kemasyarakatan Islam, Majelis Ulama Indonesia (MUI), anggota DPR, Mahkamah Agung, hingga duta besar negara sahabat.
Keputusan sidang isbat tidak diambil secara sepihak. Pemerintah mempertimbangkan dua metode utama yang telah lama digunakan dalam Islam, yakni hisab (perhitungan astronomi) dan rukyatul hilal (pengamatan langsung bulan sabit).
Berawal dari Upaya Menyatukan Umat
Sidang isbat di Indonesia mulai diterapkan sejak tahun 1950-an. Latar belakangnya adalah perbedaan pandangan di tengah umat Islam dalam menentukan awal Ramadan dan hari raya.
Pada masa itu, perbedaan antara metode hisab dan rukyat kerap membuat umat Islam memulai puasa dan merayakan Idul Fitri di hari yang berbeda. Untuk mencegah kebingungan di masyarakat, pemerintah kemudian menggagas sidang isbat sebagai jalan tengah.
Menariknya, mekanisme seperti ini hanya ditemui di Indonesia. Sidang isbat menjadi cerminan upaya negara dalam menjaga persatuan umat di tengah perbedaan pandangan keagamaan.
Seiring perkembangan zaman, pengamatan hilal kini dibantu teknologi modern. Teropong canggih, kamera digital, hingga data astronomi membuat proses rukyat semakin akurat dan transparan.
Pada tahun 1972, Kementerian Agama membentuk Badan Hisab dan Rukyat (BHR) yang bertugas mengkaji dan mengembangkan metode penentuan awal bulan Hijriah. Lembaga ini kemudian berkembang menjadi Tim Hisab dan Rukyat, hingga kini dikenal sebagai Tim Unifikasi Kalender Hijriyah.
Mengapa Sidang Isbat Tetap Digelar?
Meski beberapa organisasi Islam seperti Muhammadiyah telah menetapkan awal Ramadan lebih dulu melalui metode hisab, pemerintah tetap menggelar sidang isbat.
Tujuannya bukan untuk meniadakan perbedaan, melainkan memberikan kepastian resmi bagi masyarakat luas. Dengan adanya keputusan pemerintah, umat Islam memiliki acuan bersama, terutama dalam konteks ibadah kolektif dan kebijakan nasional.
Untuk Ramadan 2026, Kementerian Agama menjadwalkan sidang isbat pada Selasa, 17 Februari 2026, bertepatan dengan 29 Syaban 1447 H. Hasil sidang inilah yang akan menentukan secara resmi kapan puasa Ramadan dimulai versi pemerintah.
Dengan demikian, sidang isbat bukan sekadar agenda tahunan, melainkan bagian dari ikhtiar menjaga keteraturan ibadah dan keharmonisan umat Islam di Indonesia (MG3)
Editor : Mutiara
Sumber : detikhikmah














