NARASITODAY.COM, SINGAPURA – Ketidakpastian ekonomi global, Singapura terus memperkuat posisinya sebagai magnet investasi. Dewan Pengembangan Ekonomi Singapura (EDB) mengumumkan bahwa realisasi komitmen investasi sepanjang tahun 2025 diproyeksikan bakal melahirkan 15.700 lapangan kerja baru dalam lima tahun ke depan.
Meski angka ini merupakan yang terendah dalam satu dekade terakhir turun sekitar 16% dibanding tahun sebelumnya kualitas pekerjaan yang ditawarkan justru semakin menjanjikan. Sekitar dua pertiga dari posisi tersebut dirancang sebagai pekerjaan bernilai tinggi dengan gaji bulanan kotor di atas SG$5.000 atau sekitar Rp66 juta.
Fokus pada Kualitas, Bukan Sekadar Kuantitas
Direktur Pelaksana EDB, Jermaine Loy, mengakui bahwa perusahaan kini jauh lebih konservatif dalam merekrut tenaga kerja akibat faktor otomatisasi dan fragmentasi ekonomi. Namun, ia menekankan bahwa fokus pemerintah bukan lagi pada jumlah besar, melainkan pada nilai strategis pekerjaan tersebut.
“Lapangan kerja yang diharapkan akan tercipta adalah pekerjaan yang baik dan bernilai tinggi yang akan menawarkan jalur karier yang bermakna bagi warga Singapura,” tegas Loy dalam rilis resminya, Senin (9/2/2026).
Senada dengan hal tersebut, Ketua EDB Png Cheong Boon menjelaskan bahwa pintu peluang ini terbuka lebar, baik bagi profesional kawakan maupun lulusan baru.
“Investasi ini akan menawarkan jalur karier yang bermakna bagi para pekerja kita, terutama mereka yang memiliki keahlian yang dibutuhkan dan telah berprestasi; investasi ini juga akan menawarkan kesempatan untuk mempelajari keterampilan baru dan mengambil peran baru,” ujar Png Cheong Boon.
Peta Sektor dan Inovasi Masa Depan
Distribusi pekerjaan baru ini akan tersebar di tiga sektor utama:
- Sektor Jasa: 40%
- Manufaktur: 37%
- R&D dan Inovasi: 23%
Pemerintah Singapura pun kian gencar membekali warganya dengan keahlian masa depan seperti Kecerdasan Buatan (AI), keamanan siber, hingga komputasi awan. Program kepemimpinan pun diperluas hingga ke mancanegara, mencakup penempatan kerja di China, Indonesia, hingga Amerika Serikat.
Cerita dari Garis Depan
Bagi para pekerja di Singapura, investasi ini bukan sekadar angka di atas kertas, melainkan kesempatan nyata untuk bertumbuh. Anisah Sazman, seorang insinyur kualitas di Fong’s Engineering and Manufacturing, merasakan langsung dampak dari perluasan industri ini.
“Peran saya memiliki cakupan yang lebih luas daripada pekerjaan saya sebelumnya, dan saya melihatnya sebagai kesempatan untuk mempelajari keterampilan baru,” ungkap Anisah.
Pengalaman serupa dirasakan Ravi Nithinathan, manajer operasional di Rolls-Royce Solutions Asia. Baginya, lingkungan kerja yang mendukung dan paparan internasional menjadi kunci utama dalam menjaga daya saing di tengah perubahan teknologi yang cepat.
Tahun 2025 mencatat kenaikan aset tetap sebesar 5,2% mencapai SG$19,1 miliar (Rp253 triliun). Dengan fondasi investasi yang kuat, Singapura tampaknya lebih memilih untuk melangkah perlahan namun pasti menuju ekonomi yang lebih tangguh dan berkualitas.***
Editor : Alysa
Sumber : cnbcindonesia.com














