Jalan Kapten Dasuki Bakri Rusak Parah, Warga Cibatok II Khawatirkan Keselamatan

0
Jalan rusak
Kondisi Jalan Kapten Dasuki Bakri di Desa Cibatok II, Kecamatan Cibungbulang, Kabupaten Bogor, semakin memprihatinkan. Foto : Ist

NARASITODAY.COM, BOGOR- Kondisi Jalan Kapten Dasuki Bakri di Desa Cibatok II, Kecamatan Cibungbulang, Kabupaten Bogor, semakin memprihatinkan. Ruas jalan kabupaten tersebut dipenuhi lubang besar yang menganga dan dinilai membahayakan para pengguna jalan.

Kerusakan terlihat di sejumlah titik, dengan permukaan aspal yang terkelupas dan berlubang cukup dalam. Saat arus kendaraan padat, pengendara terpaksa melambat dan saling menghindari lubang, sehingga memicu kemacetan dan meningkatkan risiko kecelakaan.

Kepala UPT Infrastruktur Jalan dan Jembatan Wilayah IV Ciampea, Yudi, megatakan perbaikan jalan tersebut sebenarnya telah masuk dalam rencana kerja tahun 2026.

Baca Juga :  Pj. Ketua TP PKK Kabupaten Bogor Lakukan Monitoring 10 Program PKK di Desa Benteng

Namun, pelaksanaannya masih menunggu jadwal dan proses pengadaan material.

“Semua ruas jalan yang rusak sudah masuk dalam usulan. Saat ini kami masih menunggu jadwal pelaksanaan dan pengadaan bahan baku,” ujar Yudi, Senin (9/2/2026).

Ia menjelaskan, salah satu kendala yang dihadapi adalah sulitnya mendapatkan material di pasar lokal. Selain itu, harga bahan baku tahun ini juga mengalami kenaikan sehingga perlu didatangkan dari luar Kabupaten Bogor.

Baca Juga :  Polisi Bogor Gerak Cepat Usai Video Penganiayaan di Ciseeng Beredar Luas

“Material cukup sulit didapat dan harganya meningkat. Kami harus mendatangkan bahan baku dari luar wilayah,” katanya.

Kondisi jalan yang rusak ini dikeluhkan warga dan pengguna jalan. Wahyu Adrian, salah seorang pengendara, mengaku khawatir setiap kali melintas di jalur tersebut.

“Kerusakannya sangat parah. Lubang-lubang ini sangat berisiko bagi siapa pun yang melintas,” ujarnya.

Baca Juga :  Kepedulian Pemerintah Bogor, Sekda Ajat Rochmat Jatnika Hadiri Pemakaman Warga Parung Panjang yang Meninggal Dunia

Menurut Wahyu, situasi semakin berbahaya pada malam hari karena minimnya Lampu Penerangan Jalan Umum (PJU). Tanpa penerangan memadai, lubang-lubang di badan jalan sulit terlihat.

“Kalau malam hari, lubang-lubang itu tidak terlihat karena minim penerangan. Saya berharap pemerintah segera memperbaiki jalan dan memasang lampu PJU agar tidak ada korban kecelakaan,” katanya.

Warga berharap perbaikan dapat segera direalisasikan agar akses transportasi kembali aman dan nyaman bagi masyarakat

Editor : Andreas