NARASITODAY.COM, JAKARTA – Mengasuh bayi kerap masih dianggap sebagai tugas utama ibu. Mulai dari mengganti popok, memandikan, menyusui, hingga menenangkan bayi yang rewel, semuanya sering dilekatkan pada peran perempuan. Sementara itu, ayah kerap diposisikan sebagai pencari nafkah yang hanya terlibat sesekali dalam pengasuhan.
Padahal, pola pikir tersebut perlahan mulai bergeser. Banyak pasangan muda kini menyadari bahwa kehadiran ayah dalam proses mengasuh bayi memiliki peran penting, tidak hanya bagi tumbuh kembang anak, tetapi juga bagi kesehatan emosional ibu dan keharmonisan rumah tangga.
Kurangnya keterlibatan ayah sering kali bukan karena tidak mau, melainkan karena minimnya rasa percaya diri atau kurangnya ruang yang diberikan. Di sisi lain, komunikasi yang belum terbangun dengan baik antara suami dan istri juga bisa menjadi penghambat.
Agar peran ayah dalam mengasuh bayi bisa berjalan lebih optimal, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan bersama.
Bangun komunikasi sejak sebelum bayi lahir
Komunikasi menjadi fondasi utama dalam pengasuhan bersama. Sebelum bayi lahir, pasangan sebaiknya sudah membicarakan pembagian peran secara terbuka. Dengan begitu, ayah memahami apa saja yang bisa dan perlu ia lakukan saat bayi hadir di tengah keluarga.
Pembagian tugas sederhana, seperti memandikan bayi di pagi hari atau menidurkannya di malam hari, bisa membantu ibu merasa tidak sendirian dalam menjalani peran baru sebagai orang tua.
Belajar bersama sebagai calon orang tua
Mengasuh bayi adalah pengalaman baru bagi ayah dan ibu. Rasa canggung dan takut salah merupakan hal yang wajar, terutama bagi ayah yang belum terbiasa. Mengikuti kelas persiapan menjadi orang tua atau belajar bersama dari berbagai sumber bisa menjadi langkah awal untuk menumbuhkan rasa percaya diri.
Proses belajar bersama juga dapat memperkuat ikatan emosional antara pasangan sebelum memasuki fase pengasuhan yang penuh tantangan.
Beri kepercayaan dan ruang bagi ayah
Salah satu hal yang sering membuat ayah enggan terlibat adalah rasa tidak dipercaya. Kritik yang terlalu sering, meski dimaksudkan untuk kebaikan, justru bisa membuat ayah merasa gagal dan akhirnya memilih mundur.
Selama tidak membahayakan bayi, memberi ruang dan kepercayaan pada ayah untuk belajar dengan caranya sendiri akan membantu menumbuhkan rasa tanggung jawab dan kepercayaan diri.
Berikan dukungan emosional
Mengasuh bayi bukan perkara mudah. Ada kalanya ayah merasa kewalahan ketika bayi menangis atau sulit ditenangkan. Di momen seperti ini, dukungan dan kata-kata penyemangat dari pasangan sangat berarti.
Apresiasi sederhana atas usaha ayah dapat membuatnya merasa dihargai dan termotivasi untuk terus terlibat dalam pengasuhan.
Saling terbuka soal kesulitan
Menceritakan kelelahan dan tantangan yang dihadapi ibu bukanlah bentuk keluhan, melainkan cara untuk membangun kerja sama. Dengan memahami kondisi pasangan, ayah akan lebih peka dan terdorong untuk ikut ambil peran tanpa rasa terpaksa.
Keterlibatan ayah dalam mengasuh bayi bukan hanya soal berbagi tugas, tetapi juga tentang membangun keluarga yang lebih hangat dan seimbang. Ketika suami dan istri berjalan bersama, proses pengasuhan pun terasa lebih ringan dan penuh makna. (MG3)
Editor : Mutiara
Sumber : idntimes.com














