Penembakan di Pertandingan Hoki Sekolah Menengah AS Tewaskan 3 Orang

0
hoki
Ilustrasi Bayangan sebuah tangan yang memegang pistol.Foto : Istovk

NARASITODAY.COM, PAWTUCKET – Suasana ceria pertandingan hoki es sekolah menengah di Dennis M. Lynch Arena, Pawtucket, Amerika Serikat, berubah menjadi mimpi buruk yang traumatis pada Senin waktu setempat. Sorak-sorai penonton seketika berganti dengan jeritan ketakutan saat rentetan tembakan pecah di dalam arena, menyisakan genangan darah di atas es dan duka mendalam bagi komunitas Rhode Island.

Insiden berdarah ini menambah panjang daftar kekerasan senjata api di Amerika Serikat, terjadi hanya berselang dua bulan setelah penembakan massal di Universitas Brown yang lokasinya hanya berjarak 5,6 kilometer dari arena tersebut.

Rekaman yang beredar di media sosial menangkap momen mencekam saat siaran langsung pertandingan masih berlangsung. Setidaknya 12 kali suara tembakan terdengar menggema di dalam ruangan.

Baca Juga :  PASI Sukses Gelar Athletics Challenge Seri 1 2025, Libatkan 1.267 Pelajar dari 109 Sekolah

Para pemain yang awalnya sempat tertegun sejenak, langsung memacu seluncur mereka menuju pinggir lapangan dan ruang ganti saat menyadari nyawa mereka terancam.

“Setelah tembakan, saya dan rekan satu tim saya langsung lari ke ruang ganti,” kata seorang saksi mata yang sedang berada di atas es saat kejadian kepada stasiun berita lokal WJAR, dikutip Selasa (17/2/2026).

Suasana di dalam ruang ganti pun penuh ketegangan. “Kami menempel di pintu dan mencoba untuk tetap aman di dalam sana,” tambahnya menggambarkan upaya mereka bertahan hidup di tengah kepanikan.

Baca Juga :  5 Efek Mengerikan Es Teh Manis di Detik Buka

Tragedi yang Ditargetkan

Pihak kepolisian segera mengamankan lokasi dan mengonfirmasi bahwa insiden ini memakan korban jiwa, termasuk sang pelaku penembakan. Kepala Polisi Pawtucket, Tina Goncalves, memberikan rincian terkait jumlah korban dalam keterangan resminya.

“Kami memiliki tiga orang yang meninggal. Tersangka, dan kemudian kami memiliki dua korban, dan kemudian kami memiliki tiga orang di rumah sakit,” ujar Goncalves.

Ia menambahkan bahwa para korban luka saat ini masih dalam kondisi kritis. Meskipun identitas para korban belum dirilis secara resmi, penyelidikan awal mengarah pada motif pribadi. “Penyelidikan awal menunjukkan penembakan itu ditargetkan. Sementara ini, pihak berwenang meyakini mungkin pemicunya adalah perselisihan keluarga,” jelas Goncalves.

Baca Juga :  Inovasi Aplikasi NGUPAHAN dan SiGardaMas Jadi Unggulan Kabupaten Bogor Pada IGA Award 2025

Darurat Senjata Api di AS

Tragedi di Pawtucket ini kembali memicu perdebatan mengenai longgarnya undang-undang pengendalian senjata di Amerika Serikat. Berdasarkan data dari Gun Violence Archive, Amerika Serikat telah melewati tahun 2025 dengan catatan kelam: lebih dari 400 penembakan massal terjadi dalam satu tahun.

Kekerasan senjata api bukan lagi sekadar angka statistik, melainkan ancaman nyata yang bisa pecah kapan saja—bahkan di tempat rekreasi anak sekolah. Sepanjang tahun lalu saja, tercatat sedikitnya 14.703 nyawa melayang akibat kekerasan senjata api (tidak termasuk kasus bunuh diri), sebuah realitas pahit yang terus menghantui publik Amerika.***

Editor : Alysa

Sumber : cnbcindonesia.com