NARASITODAY.COM, JAKARTA – Minum es teh manis saat azan Magrib berkumandang seolah menjadi tradisi yang sulit dipisahkan dari momen berbuka puasa. Sensasi manis dan segar dianggap ampuh menghilangkan dahaga setelah seharian menahan lapar dan haus. Namun, di balik kenikmatan tersebut, kebiasaan ini menyimpan sejumlah risiko kesehatan jika dikonsumsi berlebihan.
Pakar gizi mengingatkan, tubuh yang kosong selama berjam-jam membutuhkan asupan yang tepat dan seimbang. Lonjakan gula sederhana dalam jumlah tinggi justru bisa memicu gangguan metabolik. Berikut lima efek yang perlu diwaspadai:
- Lonjakan Gula Darah Secara Drastis
Saat perut kosong, konsumsi minuman tinggi gula seperti es teh manis dapat menyebabkan kadar gula darah naik cepat. Lonjakan ini memicu tubuh memproduksi insulin dalam jumlah besar, yang kemudian dapat membuat gula darah turun kembali secara tiba-tiba. Akibatnya, tubuh terasa lemas dan mengantuk setelah berbuka.
- Memicu Rasa Lapar Berlebih
Minuman manis memang memberi energi instan, tetapi sifatnya tidak bertahan lama. Setelah lonjakan dan penurunan gula darah, rasa lapar bisa muncul lebih kuat. Hal ini berisiko membuat seseorang makan berlebihan saat berbuka, yang pada akhirnya meningkatkan asupan kalori harian.
- Gangguan Lambung
Es dengan suhu sangat dingin yang masuk ke lambung kosong dapat memicu rasa tidak nyaman, kembung, bahkan nyeri pada sebagian orang, terutama yang memiliki riwayat maag. Teh juga mengandung kafein yang bisa merangsang produksi asam lambung.
- Risiko Dehidrasi Terselubung
Meski berbentuk cairan, teh mengandung kafein yang bersifat diuretik ringan. Jika dikonsumsi berlebihan tanpa diimbangi air putih, tubuh tetap berisiko mengalami kekurangan cairan, terutama setelah seharian berpuasa.
- Peningkatan Risiko Penyakit Metabolik
Kebiasaan mengonsumsi minuman tinggi gula setiap hari selama Ramadan dapat berkontribusi pada kenaikan berat badan. Dalam jangka panjang, pola ini meningkatkan risiko obesitas, resistensi insulin, hingga diabetes tipe 2.
Ahli gizi menyarankan agar berbuka dimulai dengan air putih dan makanan manis alami seperti kurma dalam porsi wajar. Setelah itu, barulah dilanjutkan dengan makanan utama yang seimbang mengandung karbohidrat kompleks, protein, serat, serta lemak sehat.
Es teh manis bukan berarti harus dihindari sepenuhnya. Namun, membatasi kadar gula dan frekuensi konsumsinya menjadi langkah bijak agar momen berbuka tetap menyegarkan tanpa mengorbankan kesehatan.***
Editor : Alysa
Sumber : idntimes.com














