
NARASITODAY.COM, ADELAIDE – MotoGP Australia tidak akan lagi digelar di Sirkuit Phillip Island. Mulai 2027, ajang balap motor paling bergengsi dunia itu akan berpindah ke Sirkuit Jalanan Adelaide, menjadikannya balapan MotoGP pertama yang berlangsung di tengah kota.
Dalam rilis resmi, MotoGP memastikan Adelaide akan menjadi tuan rumah MotoGP Australia dari 2027 hingga 2032. Tata letak sirkuit diresmikan pada Kamis (19/2/2026) di hadapan media nasional, Chief Sporting Officer MotoGP Carlos Ezpeleta, dan Perdana Menteri Australia Selatan Peter Malinauskas.
“Membawa MotoGP ke Adelaide menandai tonggak penting dalam evolusi kejuaraan yang kami miliki. Kota ini memiliki reputasi kelas dunia dalam menyelenggarakan acara olahraga besar, dan kesempatan merancang sirkuit khusus di jalanan kota adalah sesuatu yang sangat unik dalam olahraga ini,” ujar Ezpeleta.
Sirkuit jalanan Adelaide memiliki panjang sekitar 4,195 kilometer dengan 18 tikungan, memungkinkan pembalap mencapai kecepatan hingga 340 km/jam. Desain trek mengikuti blueprint Sirkuit Jalanan Adelaide yang pernah menjadi tuan rumah Formula 1 pada 1985–1995, dengan penyesuaian untuk memastikan keselamatan pembalap.
Kepindahan ini terjadi setelah negara bagian Victoria gagal mencapai kesepakatan kontrak baru dengan MotoGP. Phillip Island sendiri telah menjadi ikon MotoGP Australia sejak 1989, 1990, serta 1997 hingga 2026.
Selain Phillip Island, MotoGP Australia pernah berlangsung di beberapa lokasi lain seperti Sydney Motorsport Park, Mount Panorama, dan Winton. Namun Phillip Island dikenal luas sebagai salah satu sirkuit paling menantang dan spektakuler, terutama dengan pemandangan Samudra Selatan yang menjadi latar balapan.
Kepindahan ke Adelaide menandai era baru MotoGP Australia. Dari lintasan pantai yang legendaris ke jantung kota metropolitan, perubahan ini bukan sekadar soal kontrak, melainkan transformasi pengalaman balapan.
Bagi penggemar, Phillip Island akan selalu dikenang sebagai “rumah klasik” MotoGP, sementara Adelaide menawarkan janji baru: balapan berkecepatan tinggi di tengah denyut kehidupan kota.***
Editor : Alysa
Sumber : cnnindonesia.com












