NARASITODAY.COM, JAKARTA – Pernah nggak sih, saat puasa Ramadan, badan tiba-tiba terasa lemas menjelang sore? Padahal aktivitas nggak terlalu berat. Kondisi ini ternyata cukup umum dialami banyak orang, terutama di rentang waktu pukul 2 sampai 4 sore.
Saat berpuasa, tubuh tidak menerima asupan makanan dan minuman selama berjam-jam sejak sahur. Akibatnya, cadangan glukosa dalam tubuh perlahan menurun. Padahal, glukosa adalah sumber energi utama bagi otak dan otot. Ketika jumlahnya mulai menipis, tubuh pun memberi sinyal berupa rasa lelah dan kurang bertenaga.
Selain faktor energi, ritme biologis tubuh atau ritme sirkadian juga ikut berperan. Secara alami, sore hari memang menjadi waktu di mana energi tubuh menurun. Saat puasa, kondisi ini bisa terasa lebih jelas karena perubahan jadwal makan dan tidur yang cukup signifikan dibanding hari biasa.
Rasa lemas di sore hari juga bisa semakin terasa jika tubuh mengalami dehidrasi ringan. Kurangnya cairan sejak sahur membuat volume cairan tubuh berkurang, sehingga memengaruhi fokus, stamina, dan suasana tubuh secara keseluruhan. Ditambah lagi, menu sahur yang kurang seimbang—misalnya terlalu banyak karbohidrat sederhana dan minim protein—bisa membuat energi cepat naik lalu turun drastis.
Tak kalah penting, kualitas tidur selama Ramadan juga berpengaruh. Waktu tidur yang terpotong karena sahur atau ibadah malam dapat membuat tubuh kurang mendapatkan istirahat optimal, sehingga rasa lelah lebih mudah muncul di siang hingga sore hari.
Meski terasa tidak nyaman, kondisi lemas ini umumnya bersifat sementara dan merupakan bagian dari proses adaptasi tubuh terhadap pola puasa. Dengan sahur bergizi seimbang, menjaga asupan cairan, serta mengatur waktu istirahat dengan baik, energi tubuh bisa tetap terjaga hingga waktu berbuka tiba. (MG3)
Editor : Mutiara
Sumber : idntimes.com














