NARASITODAY.COM, JAKARTA – Mendaki gunung bersama rombongan memang memberikan rasa aman sekaligus dukungan mental selama perjalanan. Namun, pada praktiknya cukup banyak kejadian pendaki yang terpisah dari kelompok akibat berbagai hal yang sering kali dianggap sepele.
Situasi ini tentu berbahaya karena dapat meningkatkan risiko tersesat, kelelahan berlebihan, hingga kecelakaan di jalur pendakian. Karena itu, penting memahami penyebab seseorang bisa tertinggal dari rombongan agar setiap anggota lebih waspada dan disiplin selama perjalanan.
1. Minim koordinasi dan komunikasi
Salah satu penyebab utama terpisahnya pendaki adalah kurangnya koordinasi sebelum maupun saat pendakian berlangsung. Tanpa pembagian tugas yang jelas serta kesepakatan mengenai ritme berjalan dan waktu istirahat, jarak antaranggota bisa melebar tanpa disadari.
Komunikasi yang tidak efektif juga membuat informasi penting—seperti perubahan jalur atau kondisi cuaca—tidak tersampaikan dengan baik. Akibatnya, ada anggota yang berjalan terlalu cepat atau justru tertinggal karena tidak mengetahui situasi terkini.
2. Perbedaan kondisi fisik dan tempo berjalan
Setiap orang memiliki tingkat kebugaran dan daya tahan berbeda. Jika kelompok tidak menyesuaikan kecepatan dengan anggota yang paling lambat, maka jarak akan semakin sulit dikontrol.
Pendaki yang merasa tertinggal terkadang memaksakan diri mempercepat langkah tanpa memperhatikan medan. Hal ini justru berisiko membuatnya salah mengambil jalur atau kehilangan fokus sehingga berujung tersesat.
3. Terlalu fokus pada dokumentasi atau hal lain
Berhenti terlalu sering untuk mengambil foto atau video tanpa memberi tahu rekan satu tim bisa membuat jarak makin jauh, terutama di jalur yang bercabang.
Tak hanya soal dokumentasi, terlalu asyik mengobrol atau sibuk dengan gawai juga dapat mengurangi kesadaran situasional. Tanpa disadari, seseorang bisa sudah tertinggal cukup jauh dari rombongannya.
4. Mengabaikan peran leader dan sweeper
Dalam tim pendakian biasanya ada leader di depan dan sweeper di belakang untuk memastikan formasi tetap terjaga. Jika ada anggota yang berjalan mendahului leader atau melewati batas sweeper, susunan tim bisa menjadi tidak terkendali.
Tidak mematuhi arahan terkait jarak aman maupun titik kumpul akan meningkatkan risiko terpisah. Kedisiplinan terhadap aturan kelompok menjadi kunci agar semua anggota tetap bersama hingga mencapai tujuan dan kembali dengan selamat.
Secara umum, terpisahnya pendaki dari rombongan dipicu oleh kurangnya koordinasi, perbedaan kemampuan fisik, hilangnya fokus, serta ketidakpatuhan terhadap aturan tim. Dengan mengantisipasi faktor-faktor tersebut, pendakian dapat berlangsung lebih aman, terarah, dan minim risiko. (MG5)
Editor : Nathania
Sumber : idntimes.com














