Rinjani Bangkit! Jalur Pendakian Kembali Aktif Bulan Depan

0
Ilustrasi mendaki gunung rinjani. Foto: dok Pinterest

NARASITOAY.COM, JAKARTA – Kabar baik bagi para pencinta alam. Aktivitas pendakian di Gunung Rinjani akan kembali dibuka mulai bulan depan setelah sempat dihentikan sementara akibat cuaca ekstrem.

Kepala Balai Taman Nasional Gunung Rinjani (TNGR), Budhy Kurniawan, menyampaikan bahwa rencana pembukaan jalur pendakian dijadwalkan pada 28 Maret 2026. Sejak penutupan pada 1 Januari 2026, pihaknya telah melakukan berbagai pembenahan, terutama pada aspek keselamatan, konservasi, serta tata kelola destinasi dengan melibatkan pemerintah daerah dan masyarakat setempat.

Baca Juga :  5 Culture Shock Saat Living Travel yang Wajib Kamu Ketahui dan Cara Mengatasinya Agar Tetap Betah

Pembukaan kembali dilakukan setelah melalui evaluasi menyeluruh terhadap kondisi kawasan, fasilitas pendukung, dan kesiapan sumber daya manusia dalam menyambut musim kunjungan wisata.

Balai TNGR juga menghadirkan sejumlah inovasi demi meningkatkan keamanan dan standar layanan, seperti penggunaan gelang RFID, perangkat pelacak posisi pendaki (personal beacon), pembangunan pusat komando, integrasi sistem komunikasi radio, hingga penerapan konsep zero waste berbasis digital.

Gubernur Nusa Tenggara Barat, Lalu Muhamad Iqbal, menegaskan dukungan penuh pemerintah provinsi terhadap pembukaan kembali pendakian Rinjani. Ia menekankan pentingnya pengelolaan kawasan secara kolaboratif, bukan berjalan sendiri-sendiri.

Baca Juga :  Inilah Alasannya Pendakian Gunung Arjuno-Welirang Tutup Mulai 1 November 2024

Menurutnya, arah pengembangan Rinjani bukan untuk pariwisata massal, melainkan pendakian yang eksklusif, berkualitas, serta tetap mengedepankan konservasi. Pengalaman kelas dunia, kata dia, harus sejalan dengan perlindungan ekosistem.

Iqbal juga mendorong penguatan koordinasi antara Balai TNGR, pemerintah provinsi, pemerintah kabupaten, dan masyarakat sekitar, terutama dalam aspek keselamatan, pelestarian lingkungan, serta pengelolaan destinasi berstandar global. Ia menyinggung penanganan kecelakaan pendaki sebelumnya yang melibatkan kerja sama lintas pihak, termasuk aksi vertical rescue sebagai bentuk tanggung jawab bersama.

Baca Juga :  Yuk, Wisata Religi! Ini 5 Destinasi Terbaik di Indonesia untuk Mengisi Libur Ramadan dengan Makna

Sepanjang 2025, kawasan wisata Gunung Rinjani mencatat Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) sebesar Rp25,92 miliar, dengan total perputaran uang mencapai Rp182,05 miliar. Jumlah pendaki tercatat 80.214 orang, terdiri dari 43.236 wisatawan mancanegara dan 36.978 wisatawan domestik.

Sementara itu, kunjungan wisata nonpendakian mencapai 52.108 orang, dengan 51.311 wisatawan domestik dan 797 wisatawan mancanegara. (MG5)

Editor : Nathania

Sumber : detiktravel