Taliban Luncurkan Serangan Balasan Besar-besaran ke Posisi Militer Pakistan di Perbatasan

0
militer Pakistan
Ilustrasi Tentara bersenjata senapan mesin dengan bendera nasional Pakistan.Foto : Istock

NARASITODAY.COM, KABUL – Ketegangan di atap dunia mencapai titik didih. Pada Kamis malam (26/2/2026), otoritas Taliban melancarkan serangan balasan besar-besaran terhadap posisi militer Pakistan di sepanjang perbatasan. Langkah ini diambil oleh negara tersebut sebagai respons langsung atas serangan udara yang dilakukan sang “Raksasa Nuklir Asia” pada pekan sebelumnya.

Suara dentuman artileri dan baku tembak dilaporkan pecah di provinsi Nangarhar dan Paktia, mengubah sunyinya malam di wilayah pegunungan menjadi medan tempur yang mencekam.

Serangan Balasan di Sepanjang Perbatasan

Kantor media korps militer Afghanistan wilayah timur mengonfirmasi bahwa bentrokan senjata dalam skala besar telah meletus sejak Kamis malam. Serangan ini merupakan akumulasi dari kemarahan Kabul atas operasi udara Pakistan di wilayah kedaulatan mereka.

“Pertempuran sengit dimulai pada Kamis malam sebagai tanggapan atas serangan udara baru-baru ini yang dilakukan oleh pasukan Pakistan di provinsi Nangarhar dan Paktia,” tulis pernyataan resmi kantor media militer Afghanistan di wilayah timur dikutip dari Al Jazeera.

Baca Juga :  Pemilu Myanmar Berakhir, Proksi Militer Dipastikan Menang Telak

Juru bicara pemerintah Taliban, Zabihullah Mujahid, menegaskan bahwa operasi militer ini adalah jawaban atas provokasi yang dilakukan militer Pakistan. Melalui platform X, ia mengklaim operasi ofensif skala besar telah ditargetkan langsung ke jantung instalasi militer di sepanjang Garis Durand.

“Sebagai tanggapan atas provokasi dan pelanggaran berulang kali oleh lingkaran militer Pakistan, operasi ofensif skala besar telah diluncurkan terhadap posisi dan instalasi militer Pakistan di sepanjang Garis Durand,” tegas Zabihullah Mujahid.

Klaim Sepuluh Tentara Tewas

Dalam serangan kilat tersebut, sumber internal militer Afghanistan mengeklaim kemenangan taktis yang signifikan. Mereka menyebut pasukan Taliban berhasil menembus pertahanan lawan dan merebut infrastruktur militer milik Pakistan.

Baca Juga :  Dugaan Pungli Rekrutmen SPPG di Cianjur Mencuat, Warga Ngaku Diminta Rp1 Juta untuk Bisa Bekerja

“Sepuluh tentara Pakistan tewas dan 13 pos terdepan berhasil direbut dalam serangan hari Kamis, yang dilakukan sebagai pembalasan atas serangan Pakistan di sepanjang perbatasan pada hari Minggu,” ungkap sumber militer tersebut kepada Al Jazeera.

Namun, klaim ini langsung dibantah keras oleh Islamabad. Mosharraf Zaidi, juru bicara Perdana Menteri Pakistan Shehbaz Sharif, menegaskan bahwa militer mereka tetap memegang kendali penuh.

“Tidak ada pos terdepan Pakistan yang direbut atau rusak, dan pasukan Pakistan telah menimbulkan kerugian besar di sepanjang perbatasan Pakistan-Afghanistan sebagai respons atas agresi Taliban yang tidak beralasan,” kata Mosharraf Zaidi.

Dilema Teror dan Ideologi

Di balik desing peluru, para analis melihat akar konflik yang lebih dalam. Pearl Pandya, analis senior dari Armed Conflict Location & Event Data (ACLED), menyoroti posisi sulit Taliban dalam menindak kelompok Tehrik-e Taliban Pakistan (TTP) yang bersembunyi di wilayah mereka karena adanya kedekatan ideologis.

Baca Juga :  Meninggal Dunia dalam Serangan, Jenderal Sadio Camara Jadi Simbol Ketegangan di Mali

Taliban Afghanistan tampak enggan untuk secara serius menindak TTP, sebagian karena kedekatan sebelumnya antara kedua kelompok tersebut tetapi juga karena ketakutan akan pembelotan militan TTP ke saingan utamanya, Negara Islam Provinsi Khorasan,” jelas Pearl Pandya.

Dengan situasi yang terus memanas di awal tahun 2026, Pandya memperingatkan bahwa tanpa langkah konkret dari Kabul, pertempuran ini hanyalah awal dari sesuatu yang lebih besar.

“Dengan tidak adanya tindakan keras yang serius terhadap TTP oleh Afghanistan, eskalasi lebih lanjut tampaknya tidak dapat dihindari,” pungkas Pandya.***

Editor : Alysa

Sumber : cnbcindonesia.com