
NARASITODAY.COM, JAKARTA – Kurang dari empat bulan menuju kick-off Piala Dunia 2026, Meksiko kini berada di bawah mikroskop FIFA. Eskalasi kekerasan yang dipicu oleh operasi militer terhadap kartel narkoba pekan ini memaksa badan sepak bola dunia tersebut segera mengirim perwakilan guna melakukan penilaian langsung terhadap isu keamanan dan mobilitas di negara tuan rumah tersebut.
Langkah ini diambil setelah rangkaian kerusuhan pecah menyusul operasi militer yang menewaskan pemimpin kartel narkoba ternama, Nemesio Oseguera Cervantes atau yang dikenal sebagai El Mencho.
Konflik berdarah ini dilaporkan menelan sekitar 70 korban jiwa. Di Jalisco negara bagian yang dijadwalkan menjadi tuan rumah bagi empat pertandingan anggota kartel melakukan aksi pembakaran kendaraan sebagai blokade jalan, menciptakan ketegangan yang merambat hingga ke jantung kota Guadalajara.
Di tengah situasi yang sempat mencekam tersebut, Presiden FIFA Gianni Infantino dikabarkan telah melakukan komunikasi telepon langsung dengan Presiden Meksiko Claudia Sheinbaum pada Kamis lalu. Dalam percakapan tersebut, Infantino menegaskan komitmen dan kepercayaan FIFA terhadap Meksiko sebagai salah satu tuan rumah Piala Dunia.
Sheinbaum, dalam konferensi persnya, mengamini dukungan tersebut sekaligus mengonfirmasi rencana kedatangan tim peninjau FIFA.
“Dia meyakinkan saya bahwa Piala Dunia akan digelar di negara kami,” ujar Sheinbaum.
Meski demikian, Sheinbaum mengakui bahwa aspek keamanan menjadi prioritas mutlak yang harus dibuktikan pemerintahannya kepada dunia. “Kami sepakat bahwa tim FIFA akan datang untuk meninjau beberapa hal. Kami telah lama mengerjakan ini, tetapi isu keamanan tentu sangat penting,” tambahnya.
Antara Stabilitas dan Tantangan Logistik
Pemerintah Meksiko bersikeras bahwa situasi keamanan kini telah terkendali. Namun, bayang-bayang kekhawatiran masih terasa nyata. Dampak dari ketidakpastian ini mulai terasa di ranah olahraga internasional; World Aquatics memutuskan membatalkan Diving World Cup yang sebelumnya direncanakan digelar di Guadalajara. Otoritas olahraga Meksiko (CONADE) kini tengah berupaya melobi agar ajang tersebut dipindahkan ke kota lain di dalam negeri.
Menanggapi situasi yang sempat memanas, Sheinbaum mencoba memberikan kepastian publik.
“Saya mengatakan bahwa Minggu lalu adalah situasi khusus dan sekarang kami telah kembali normal, dengan semua langkah keamanan yang telah diterapkan selama ini,” tegasnya.
Selain tantangan keamanan, FIFA juga memberikan catatan khusus pada aspek infrastruktur mobilitas di tiga kota tuan rumah. Jelang laga pembuka pada 11 Juni mendatang di Estadio Azteca, proyek peningkatan jalur kereta ringan di Mexico City dan pembangunan jaringan metro di Monterrey dilaporkan belum rampung sepenuhnya. Sementara itu, di Guadalajara, akses transportasi publik menuju stadion masih menjadi pekerjaan rumah yang cukup krusial.
Isu mobilitas ini pun menjadi agenda utama yang dititipkan FIFA kepada pemerintah Meksiko.
“Dia juga meminta saya memperhatikan masalah lalu lintas di tiga kota tersebut agar mobilitas para penonton dapat terjamin,” pungkas Sheinbaum.
Dengan waktu yang semakin sempit, Meksiko kini berpacu dengan waktu: tidak hanya untuk merampungkan proyek infrastruktur, tetapi juga meyakinkan komunitas internasional bahwa mereka adalah rumah yang aman bagi pesta sepak bola terbesar di dunia.***
Editor : Alysa
Sumber : Berbagai Sumber













