NARASITODAY.COM, JAKARTA – Situasi global terdampak akibat meningkatnya ketegangan antara Amerika Serikat dan Israel dengan Iran. Dampak konflik tersebut turut menjadi perhatian pemerintah Indonesia.
Kementerian Haji dan Umrah Republik Indonesia (Kemenhaj RI) pun mengeluarkan imbauan resmi kepada para penyelenggara travel umrah. Salah satu poin pentingnya adalah anjuran agar calon jemaah yang dijadwalkan berangkat dalam waktu dekat menunda perjalanan sementara hingga situasi dinilai lebih aman.
Berdasarkan keterangan resmi, imbauan ini merupakan tindak lanjut atas surat dari Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia tertanggal 1 Maret 2026 terkait permohonan penundaan keberangkatan jemaah umrah untuk sementara waktu. Kebijakan ini diambil sebagai langkah antisipatif guna memitigasi risiko dan memastikan keselamatan jemaah.
Kemenhaj RI juga meminta seluruh Penyelenggara Perjalanan Ibadah Umrah (PPIU) segera melaporkan data jemaah untuk kebutuhan mitigasi, perlindungan, serta koordinasi repatriasi melalui tautan yang telah disediakan.
Selain itu, travel umrah diminta melakukan pendataan menyeluruh terhadap jemaah yang bepergian melalui bandara transit dan kini mengalami penundaan atau tertahan di bandara Arab Saudi maupun wilayah Timur Tengah lainnya. Pendataan tersebut bertujuan agar jemaah tetap mendapatkan pemantauan, perlindungan, serta fasilitasi kepulangan sesuai perkembangan situasi.
Adapun poin imbauan Kemenhaj RI kepada PPIU meliputi:
-
Segera melaporkan data jemaah melalui asosiasi terkait untuk kepentingan mitigasi dan koordinasi pemulangan.
-
Mendata jemaah yang terdampak keterlambatan atau penahanan di bandara kawasan Timur Tengah guna memastikan perlindungan dan penanganan lanjutan.
-
Menunda sementara keberangkatan jemaah hingga kondisi kembali kondusif.
-
Mengarahkan komunikasi, informasi, serta pengaduan jemaah melalui layanan resmi yang telah disediakan.
Pemerintah menegaskan bahwa imbauan ini bersifat sementara sebagai langkah preventif. Aspek keamanan dan perlindungan jemaah tetap menjadi prioritas utama hingga situasi dinilai aman kembali. (MG5)
Editor : Nathania
Sumber : insertlive.com














