Pusing Nggak Hilang Saat Puasa? 5 Penyebab yang Sering Terlewat

0
pusing
Ilustrasi seorang cewe yang berpegangan tembok merasa kepalanya pusing.Foto : Istock

NARASITODAY.COM, JAKARTA – Banyak orang mengeluhkan rasa pusing saat menjalani ibadah Ramadan. Kondisi ini biasanya muncul pada siang hingga sore hari ketika tubuh mulai kekurangan energi. Meski sering dianggap hal yang wajar, pusing yang tidak kunjung hilang saat berpuasa bisa disebabkan oleh beberapa faktor yang kerap tidak disadari.

Jika tidak diatasi dengan tepat, kondisi ini dapat mengganggu aktivitas sehari-hari selama menjalankan ibadah puasa. Berikut lima penyebab pusing saat puasa yang sering terlewat.

1. Dehidrasi

Salah satu penyebab paling umum adalah kurangnya asupan cairan. Saat berpuasa, tubuh tidak mendapatkan cairan selama belasan jam sehingga berisiko mengalami dehidrasi.

Baca Juga :  Ramadan Tanpa Lemas, 5 Tips Pola Minum Efektif

Jika saat sahur dan berbuka tidak cukup minum air, tubuh akan kekurangan cairan yang dapat memicu gejala seperti pusing, lemas, dan sulit berkonsentrasi.

2. Melewatkan Sahur

Tidak sedikit orang yang sengaja melewatkan sahur karena alasan bangun kesiangan atau ingin tidur lebih lama. Padahal sahur memiliki peran penting dalam menjaga energi tubuh selama berpuasa.

Tanpa asupan makanan saat sahur, kadar gula darah bisa menurun lebih cepat sehingga memicu pusing, lemah, bahkan sulit beraktivitas.

3. Kadar Gula Darah Menurun

Selama puasa, tubuh menggunakan cadangan energi yang tersimpan. Ketika kadar gula darah menurun drastis, seseorang dapat mengalami pusing atau kepala terasa ringan.

Baca Juga :  Kulit Berjerawat Tak Sekadar Masalah Sepele, Ini Penyebab dan Cara Mengatasinya

Hal ini lebih sering terjadi jika makanan saat sahur tidak mengandung karbohidrat kompleks atau protein yang cukup untuk menjaga energi lebih lama.

4. Kurang Tidur

Perubahan pola tidur selama Ramadan juga dapat memicu sakit kepala atau pusing. Bangun lebih awal untuk sahur dan menjalani aktivitas seperti biasa sering membuat waktu istirahat berkurang.

Kurang tidur dapat memengaruhi konsentrasi, menurunkan daya tahan tubuh, serta memicu sakit kepala.

5. Konsumsi Kafein Berkurang

Bagi sebagian orang yang terbiasa mengonsumsi kopi atau teh berkafein setiap hari, berhenti secara tiba-tiba saat puasa dapat memicu sakit kepala.

Baca Juga :  Puasa Happy! Soto Jamur Sehat Gantikan Soto Daging Biasa

Kondisi ini dikenal sebagai gejala penarikan kafein. Biasanya tubuh membutuhkan beberapa hari untuk beradaptasi hingga keluhan pusing berkurang.

Cara Mengurangi Pusing Saat Puasa

Untuk mengurangi risiko pusing saat puasa, ada beberapa langkah sederhana yang bisa dilakukan. Di antaranya memperbanyak minum air putih saat berbuka hingga sahur, memilih makanan bergizi seimbang, serta menjaga waktu tidur yang cukup.

Selain itu, mengurangi konsumsi kafein secara bertahap sebelum memasuki Ramadan juga dapat membantu tubuh beradaptasi.

Jika pusing terus berlanjut atau disertai gejala lain yang lebih serius, sebaiknya segera berkonsultasi dengan tenaga medis agar mendapatkan penanganan yang tepat.***

Editor : Alysa

Sumber : idntimes.com