Penembak ISIS Eks Mantan National Guard Tewas di Kampus ODU Virginia

0
ODU
Ilustrasi Old Dominion University.Foto : Istock

NARASITODAY.COM, NORFOLK – Suasana tenang di kampus Old Dominion University (ODU), Virginia, seketika pecah menjadi horor pada Kamis (12/3/2026). Sebuah aksi penembakan brutal yang dilakukan oleh seorang pria bersenjata di salah satu gedung kampus menewaskan satu orang dan melukai dua lainnya. Namun, di tengah kepanikan tersebut, sebuah aksi kepahlawanan muncul dari para mahasiswa yang berhasil mencegah jatuhnya lebih banyak korban.

Aparat penegak hukum Amerika Serikat kini secara resmi menyelidiki insiden berdarah di kota Norfolk tersebut sebagai aksi terorisme. Pelaku, yang diidentifikasi sebagai mantan narapidana kasus terorisme, tewas di lokasi kejadian setelah dilumpuhkan oleh massa.

Aksi Heroik di Tengah Maut

Baca Juga :  Kematian Tentara dan Penyerangan di Palmyra Memicu Serangan Udara Besar-Besaran dari AS

Kejadian yang berlangsung di selatan Washington D.C. ini berakhir lebih cepat berkat keberanian sejumlah mahasiswa yang berada di lokasi. Direktur FBI, Kash Patel, memberikan apresiasi tinggi terhadap tindakan cepat para warga kampus tersebut melalui pernyataan resminya.

Penembak kini telah meninggal dunia berkat sekelompok mahasiswa pemberani yang turun tangan melumpuhkannya, tindakan yang tanpa diragukan menyelamatkan banyak nyawa, bersama dengan respons cepat aparat penegak hukum,” ujar Kash Patel dalam pernyataan yang diunggah di platform X.

Ia juga menegaskan keterlibatan penuh badan intelijen dalam menuntaskan motif di balik serangan ini.

“FBI kini menyelidiki penembakan ini sebagai aksi terorisme,” tambahnya, sebagaimana dikutip dari AFP, Jumat (13/3/2026).

Baca Juga :  Dari Kepala Desa hingga Anggota DPRD, Kepedulian Jaro Peloy kepada Warga Tak Pernah Pudar

Saat ini, Joint Terrorism Task Force FBI telah dikerahkan untuk bekerja sama dengan otoritas lokal Norfolk guna mengumpulkan bukti-bukti di lapangan. “Sementara itu, mohon doakan para korban, keluarga mereka, dan komunitas ODU,” pinta Patel.

Sejumlah media lokal, termasuk NBC News, mengidentifikasi pelaku sebagai Mohamed Bailor Jalloh (36). Identitasnya memicu perdebatan publik karena Jalloh bukanlah orang baru dalam radar hukum AS.

Ia merupakan mantan anggota United States National Guard yang pada tahun 2016 pernah mengaku bersalah atas upaya memberikan dukungan kepada kelompok teroris ISIS. Laporan media menyebutkan bahwa Jalloh sempat dijatuhi hukuman 11 tahun penjara dan baru saja menghirup udara bebas pada tahun 2024 lalu.

Baca Juga :  Pengadilan Tunisia Vonis 10 Tahun Penjara kepada Mantan Kepala Badan Antikorupsi dalam Kasus Pemalsuan Dokumen

Krisis Senjata yang Tak Kunjung Usai

Tragedi di ODU kembali menambah daftar panjang catatan kelam penembakan di lingkungan pendidikan Amerika Serikat. Kasus ini sekaligus menghidupkan kembali diskusi panas mengenai regulasi senjata api di AS, di mana jumlah kepemilikan senjata saat ini telah melampaui total populasi penduduk akibat aturan pembelian yang dinilai sangat longgar.

Pihak universitas dalam pernyataan tertulisnya menyampaikan duka mendalam dan memastikan bahwa polisi serta petugas medis telah memberikan respons secepat mungkin sesaat setelah peluru pertama meletus. Saat ini, kampus ODU masih dalam penjagaan ketat guna memastikan keamanan total bagi mahasiswa lainnya.***

Editor : Alysa

Sumber : cnnindonesia.com