
NARASITODAY.COM, BOGOR — Siapa sangka, tangan yang dulu dikenal piawai menebang pohon kini justru sibuk menanam ribuan bibit.
Kisah itu datang dari Kelompok Tani Hutan (KTH) Model Kampung Konservasi (MKK) Cisangku, Desa Malasari, Kecamatan Nanggung, Kabupaten Bogor, yang kini menjadi salah satu garda terdepan dalam upaya penyelamatan lingkungan.
Ketua MKK Cisangku, Handrik, mengatakan kelompoknya saat ini turut mendukung program Bupati Bogor, Rudy Susmanto, dalam pembangunan Ruang Terbuka Hijau (RTH) serta penyediaan bibit pohon di wilayah Kabupaten Bogor.
“Alhamdulillah kami bersama pengurus MKK Cisangku dipercaya oleh Bupati Bogor, Rudy Susmanto, untuk ikut dalam kegiatan penanaman hutan kota sepanjang 12 kilometer di Jalan Raya Bomang,” ujar Handrik, Senin (16/3/2026).
Namun perjalanan Handrik hingga menjadi pegiat konservasi tidaklah singkat. Ia mengaku pernah menjadi pembalak liar di kawasan Taman Nasional Gunung Halimun Salak (TNGHS).
“Dulu puluhan hektare hutan pernah saya tebang untuk dijual kayunya. Sekarang justru saya ingin menebus kesalahan itu dengan menanam kembali hutan yang pernah rusak,” ungkapnya.
Perubahan haluan itu pun perlahan membuahkan hasil. Lahan yang sebelumnya gundul kini mulai kembali hijau setelah ratusan hektare ditanami berbagai jenis pohon.
“Sekarang hutan sudah kembali asri. Bahkan beberapa pohon endemik mulai tumbuh besar. Kalau dulu kami sibuk menebang, sekarang malah sibuk menyiram,” kata Handrik sambil berseloroh.
Tak hanya berdampak pada kelestarian alam, upaya penghijauan tersebut juga membawa manfaat ekonomi bagi masyarakat sekitar, termasuk mantan pembalak liar yang kini beralih profesi.
Menurut Handrik, warga kini mendapatkan penghasilan dari budidaya bibit pohon serta tanaman kopi yang dikembangkan di kawasan tersebut.
“Sekarang alam justru memberi rezeki lewat bibit pohon dan kopi. Jadi daripada menebang, lebih baik menanam. Hasilnya juga lebih berkah,” pungkasnya.
Wartawan : Andreas













