NARASITODAY.COM,JAKARTA – Banyak orang tua merasa khawatir ketika anak sering terbangun di malam hari. Kondisi ini tidak hanya mengganggu kualitas tidur anak, tetapi juga berdampak pada istirahat orang tua. Padahal, kebiasaan ini cukup umum terjadi, terutama pada bayi dan anak usia dini. Memahami penyebabnya adalah langkah penting agar orang tua dapat mengambil tindakan yang tepat.
Berikut lima alasan utama mengapa anak sering terbangun di malam hari:
- Siklus Tidur yang Belum Stabil
Pada bayi dan balita, siklus tidur masih dalam tahap perkembangan. Mereka cenderung memiliki fase tidur yang lebih pendek dibandingkan orang dewasa. Akibatnya, anak lebih mudah terbangun saat berpindah dari satu fase tidur ke fase lainnya. - Rasa Lapar di Tengah Malam
Bayi, terutama yang masih menyusu, memiliki perut kecil sehingga lebih cepat lapar. Ini membuat mereka terbangun untuk meminta ASI atau susu formula. Seiring bertambahnya usia, kebutuhan ini biasanya akan berkurang. - Ketidaknyamanan Fisik
Popok basah, suhu ruangan yang terlalu panas atau dingin, hingga pakaian yang tidak nyaman dapat mengganggu tidur anak. Hal-hal kecil seperti ini sering menjadi penyebab utama anak tiba-tiba terbangun dan rewel di malam hari. - Tumbuh Gigi atau Kondisi Kesehatan
Proses tumbuh gigi bisa menimbulkan rasa nyeri pada gusi, sehingga anak sulit tidur nyenyak. Selain itu, kondisi seperti pilek, batuk, atau demam juga dapat membuat anak sering terbangun. - Kecemasan atau Perkembangan Emosional
Seiring pertumbuhan, anak mulai mengalami fase kecemasan, seperti takut gelap atau takut ditinggal orang tua. Hal ini umum terjadi dan bisa membuat anak terbangun sambil menangis di malam hari.
Tips untuk Orang Tua
Agar anak dapat tidur lebih nyenyak, orang tua dapat mencoba beberapa langkah sederhana seperti menciptakan rutinitas tidur yang konsisten, memastikan kondisi kamar nyaman, serta memberikan rasa aman sebelum anak tidur.
Memahami penyebab anak sering terbangun di malam hari membantu orang tua untuk lebih tenang dan tidak panik. Dengan penanganan yang tepat, kualitas tidur anak pun dapat meningkat secara bertahap.***
Editor : Alysa
Sumber : idntimes.com














